Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik

14 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi tidak mengalami perubahan sama sekali. Kebijakan ini diambil di tengah adanya penyesuaian kenaikan harga pada BBM komersial (nonsubsidi) jenis Pertamax RON 92.

"Yang pertama, kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu," kata Bahlil usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, dikutip Jumat (12/6/2026).

Kebijakan mempertahankan harga ini sengaja diberlakukan sebagai instrumen utama untuk melindungi masyarakat, khususnya bagi kelompok konsumen yang sangat bergantung pada jenis BBM penugasan dan subsidi untuk mobilitas harian.

Namun, kondisi berbeda diterapkan pada jenis bahan bakar komersial. Kenaikan harga pada varian nonsubsidi seperti Pertamax murni mengikuti perkembangan dan regulasi pasar yang berlaku saat ini.

"Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada. Sudah barang tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya," jelas Bahlil.

Pemberian Stimulus

Terkait kekhawatiran penurunan daya beli masyarakat kelas menengah akibat penyesuaian harga energi nonsubsidi, pemerintah tidak tinggal diam. Sejumlah opsi kebijakan proteksi kini sedang digodok matang oleh lintas kementerian.

Bahlil menyebutkan bahwa formulasi kebijakan sedang disiapkan agar stabilitas konsumsi domestik tetap terjaga dengan baik. Penyesuaian harga komersial akan terus dipantau secara berkala bersama dengan badan usaha penyalur.

"Pemerintah sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama BBM subsidi, sama sekali tidak kita naikkan," ujarnya.

Terkait usulan pemberian stimulus atau insentif tambahan demi meredam dampak kenaikan BBM komersial, pemerintah menegaskan statusnya belum final. Berbagai opsi skenario penyelamatan ekonomi masih terus dihitung secara cermat.

Petakan Segmentasi Konsumen

Pemerintah terus memetakan segmentasi konsumen dengan jelas agar penyaluran bantuan atau kebijakan harga tepat sasaran. Prioritas utama tetap diarahkan untuk menyokong kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rentan.

"Kita lagi mengkaji (exercise) semua alternatif yang ada. Yang penting adalah kita menjaga saudara-saudara kita yang ekonominya di bawah, ini yang disubsidi," jelasnya.

"Sementara yang nonsubsidi ini kan saudara-saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik ketimbang saudara-saudara kita yang memang harus disubsidi," pungkas Bahlil.

Reporter: Nur Habibie

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |