Barcelona Siapkan Cesc Fabregas Jadi Pengganti Jangka Panjang Hansi Flick

8 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Barcelona mulai merancang cetak biru jangka panjang untuk menakhodai skuad utama mereka. Nama Cesc Fabregas mendadak mencuat ke permukaan sebagai buruan utama yang diproyeksikan mengisi kursi kepelatihan menggantikan Hansi Flick di masa depan, tepatnya saat masa bakti pelatih asal Jerman itu rampung pada 2028.

Raksasa Catalan tersebut bahkan dilaporkan telah mengambil tindakan nyata. Manajemen klub telah mengutus perwakilan khusus menuju Como, Italia, guna menjajaki dialog awal sekaligus merajut kesepakatan informal sejak jauh-jauh hari.

Langkah senyap ini mengonfirmasi bahwa pola perencanaan strategis Barcelona berjalan sangat terukur. Fabregas dinilai sebagai sosok ideal yang mampu meneruskan estafet proyek olahraga yang tengah berjalan di Spotify Camp Nou tanpa perlu memicu perombakan taktik yang radikal.

Untuk saat ini, Hansi Flick sejatinya masih mengantongi ikatan kerja hingga tahun 2028 disertai klausul opsi perpanjangan selama semusim hingga 2029. Kondisi ini menandakan bahwa Blaugrana tidak sedang terburu-buru, melainkan hanya ingin mencuri start lebih awal.

Misi Rahasia Alejandro Echevarria

Berdasarkan investigasi media Spanyol, AS, manuver rahasia ini pertama kali terendus lewat rincian internal yang diungkap dalam siniar Barca Reservat milik Catalunya Radio. Dari informasi tersebut, diketahui bahwa Direktur Olahraga Deco telah memberikan lampu hijau penuh atas cetak biru jangka panjang ini.

Sosok kepercayaan yang diterbangkan langsung menuju Italia adalah Alejandro Echevarria, yang merupakan figur lingkar dalam sekaligus tangan kanan dari Presiden Joan Laporta. Echevarria mengemban mandat khusus untuk membuka jalur negosiasi awal dengan Fabregas sebelum masa pengabdian Flick berakhir.

Ketertarikan mendalam Barcelona terhadap Fabregas juga menjadi bentuk apresiasi atas progres impresif dalam perjalanan karier kepelatihannya. Mantan produk asli akademi La Masia tersebut dinilai sanggup mematangkan filosofi permainannya dalam waktu yang tergolong instan.

Sepak terjang Fabregas kala menukangi Como turut mendongkrak profilnya di lantai bursa pelatih. Dirinya sukses mengantarkan klub asal Italia tersebut promosi dari kasta Serie B hingga mampu berkompetisi di level tertinggi, sebuah capaian yang membuat pamornya meroket di daratan Eropa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Pilihan Barcelona yang kini mengerucut ke sosok Fabregas secara otomatis mengeliminasi kans juru taktik lain. Salah satu nama besar yang resmi dicoret dari daftar buruan adalah mantan pelatih tersukses mereka, Luis Enrique. Arsitek tim yang pernah mempersembahkan trofi Liga Champions bagi Barcelona tersebut awalnya sempat digadang-gadang sebagai suksesor yang masuk akal. Kendati demikian, jajaran direksi Blaugrana pada akhirnya memilih untuk melupakan opsi tersebut. Terdapat sejumlah indikator utama yang melandasi keputusan tegas ini. Faktor paling krusial berkaitan dengan nominal gaji sang pelatih yang dianggap terlampau membebani neraca keuangan klub yang saat ini masih belum stabil. Di samping kendala finansial, Luis Enrique juga dikenal memiliki integritas serta kepribadian yang sangat dominan dalam menakhodai sebuah tim. Ia dikenal kerap menolak segala bentuk intervensi dari elemen luar klub terkait kebijakan taktis di lapangan, termasuk keterlibatan aktif dari figur seperti Alejandro Echevarria. Rentetan alasan tersebut yang kemudian memantapkan keyakinan Barcelona bahwa opsi merekrut Fabregas jauh lebih realistis. Selain dinilai punya karakter yang lebih adaptif, Fabregas juga dianggap memiliki kesamaan visi dengan blueprint masa depan klub.  

Read Entire Article
Bisnis | Football |