Begini Penjelasan Presiden FIFA Soal Kasus Wasit Somalia Ditolak Masuk Amerika Serikat

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kendala di luar lapangan kembali membayangi persiapan kompetisi Piala Dunia 2026. Sorotan publik kini tertuju pada Omar Artan, seorang pengadil lapangan asal Somalia, yang dilarang melintasi imigrasi Amerika Serikat. Padahal, ia sudah sampai di negara tersebut demi memenuhi panggilan tugas formal untuk turnamen sepak bola terakbar jagat raya ini.

Peristiwa yang dialami Artan ini langsung memicu atensi dari masyarakat global. Terlebih lagi, ia memegang reputasi sebagai salah satu wasit papan atas di kawasan Afrika. Artan bahkan mempunyai kesempatan besar untuk mengukir sejarah baru sebagai wasit pertama dari Somalia yang memimpin laga di pentas Piala Dunia.

Gianni Infantino selaku Presiden FIFA tidak tinggal diam melihat permasalahan ini. Saat menggelar sesi jumpa pers di Mexico City, Infantino menyatakan rasa prihatinnya atas kondisi yang menimpa Artan. Ia turut menegaskan bahwa pihak FIFA tengah berupaya keras menemukan solusi atas problem tersebut.

"Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar Artan, wasit dari Somalia," kata Infantino seperti dikutip Antara, Kamis (11/6/2026).

Pimpinan tertinggi induk organisasi sepak bola internasional tersebut mengimbau publik untuk tetap tenang sembari menanti pembaruan informasi berikutnya. Ia menjelaskan bahwa pihak federasi tiada hentinya membangun dialog dengan instansi terkait demi memperoleh penyelesaian yang ideal.

"Kami tidak bisa mengendalikan semua hal. Namun kami akan terus mencoba, berdiskusi, dan berbicara dengan pihak-pihak terkait. Kita lihat bagaimana hasilnya nanti. Saat ini kami sedang mengerjakan semuanya," ujar Infantino.

Ditolak Saat Tiba di Miami

Berdasarkan kronologi sebelumnya, Omar Artan dilaporkan telah tiba di Bandar Udara Internasional Miami. Kedatangannya tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda persiapan menyambut Piala Dunia 2026. Namun, sesampainya di bandara, otoritas setempat justru tidak memberikan izin masuk bagi dirinya.

Padahal, Artan merupakan figur berprestasi yang sukses menyabet gelar Wasit Terbaik Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) 2025. Namanya pun secara resmi telah tercantum dalam deretan pengadil yang diproyeksikan memimpin pertandingan di turnamen bergengsi tersebut.

Walaupun telah melengkapi berkas dan dokumen perjalanan yang diperlukan, pihak imigrasi Amerika Serikat menganggap dirinya belum memenuhi kriteria kelayakan untuk masuk serta beraktivitas di wilayah mereka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Pria berusia 34 tahun itu berpendapat bahwa seluruh dokumen yang dipegangnya tidak memiliki kekurangan. Meski begitu, kebijakan Amerika Serikat yang memasukkan Somalia ke dalam daftar pembatasan perjalanan disinyalir menjadi penyebab utama munculnya keputusan penolakan ini.

Read Entire Article
Bisnis | Football |