BI Rate Naik Lagi, Investor Diminta Cermat Kelola Portofolio

8 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

Direktur STAR Asset Management, I Nengah Sukerja, mengatakan kenaikan BI-Rate tersebut menambah tantangan bagi industri pengelolaan investasi.

Menurutnya, kondisi pasar global yang masih bergejolak dan perubahan suku bunga yang terjadi secara cepat membuat pelaku industri harus lebih cermat dalam mengelola portofolio investasi.

"Mungkin saat ini dinamika pasar keuangan cukup fluktuatif, di mana kondisi global yang luar biasa, fluktuatif, kemudian suku bunga yang perubahannya lumayan tiba-tiba. Seperti kita ketahui tadi malah ada berita suku bunga yang kira-kira 25 basis poin. Jadi saat ini sudah 5,50%. Jadi ini suatu tantangan yang menurut saya cukup berat dari kita yang di Asset Management," kata I Nengah dalam Peluncuran STAR Fixed Income 4, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Meski demikian, STAR Asset Management melihat kondisi tersebut juga membuka peluang bagi instrumen investasi berbasis pendapatan tetap yang dinilai lebih stabil dibandingkan instrumen berisiko tinggi lainnya.

Instrumen Pendapatan Tetap Semakin Dibutuhkan Investor

Lebih lanjut, I Nengah mengatakan, bahwa meningkatnya ketidakpastian pasar membuat investor cenderung mencari instrumen investasi yang menawarkan stabilitas dan tingkat risiko yang lebih terukur. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap produk reksa dana pendapatan tetap dinilai terus meningkat.

Menurutnya, pengelolaan dana pada instrumen pendapatan tetap memungkinkan investor memperoleh potensi imbal hasil yang relatif stabil dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi.

STAR Asset Management melihat tren tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan produk yang dapat menjawab kebutuhan investor di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.

"Dengan kondisi (BI Rate naik) tersebut, tentunya, dari Star Asset Management melihat banyak kebutuhan dari investor, terutama untuk investasi pada produk pendapatan tetap. Jadi, dengan pendapatan tetap yang nantinya tentunya dengan pengelolaan yang lebih stabil, terukur, dan melebarkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan investasinya," ujarnya.

Prospek Fixed Income

STAR Asset Management meyakini instrumen fixed income masih memiliki prospek yang menarik meskipun pasar keuangan global dan domestik terus mengalami perubahan. Kenaikan suku bunga dinilai justru dapat menciptakan peluang investasi yang lebih baik pada sejumlah instrumen pendapatan tetap.

Ia mengatakan perusahaan melihat momentum saat ini sebagai waktu yang tepat untuk meluncurkan produk baru yang berfokus pada instrumen fixed income. Produk tersebut diharapkan mampu memberikan pilihan investasi yang sesuai dengan kebutuhan investor saat menghadapi ketidakpastian pasar.

"Melihat peluang tersebut, maka pada hari ini, kami ingin menghadirkan produk Start Fixed Income 4 ini sebagai pilihan otomatis bagi investor untuk melakukan investasi pada aset yang berpendapatan tetap," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |