Cerita Perjuangan Veda Ega Pratama Finis P8 dari P20 di Moto3 Catalunya 2026

1 week ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Veda Ega Pratama kembali menunjukkan sinarnya pada Moto3 Catalunya 2026 dengan sukses finis di urutan kedelapan (P8). Ia mengungkap cerita perjuangan dan rahasianya bisa menyelesaikan balapan dengan kecepatan tinggi meski start dari grid ke-20 pada Minggu (17/5).

Pembalap muda Indonesia itu tampil apik di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Veda Ega Pratama yang cukup kesulitan dari sesi latihan bebas, langsung nyetel dari awal balapan dengan melesat ke posisi 12, naik delapan tingkat dari posisi start.

Veda Ega sempat tertahan di barisan tengah. Tapi dia akhirnya menyalip sejumlah pembalap untuk mengakhiri balapan di posisi kedelapan sekaligus meraup delapan poin dari Moto3 Catalunya 2026.

"Ini adalah balapan yang sangat bagus dan penting bagi saya. Sebagai pembalap rookie di Moto3, setiap balapan memberi saya lebih banyak pengalaman dan membantu saya memahami lebih baik bagaimana mengelola situasi ini," kata Veda Ega dalam keterangan resmi Honda Team Asia, dipetik Senin (18/5). 

"Start dari belakang lagi seperti di Jerez dan berjuang kembali ke kelompok depan adalah sesuatu yang sangat positif bagi saya," tambahnya.

Memaksakan Diri

Diakui Veda Ega Pratama, keberhasilannya melesat pada awal balapan jadi salah satu kunci dirinya bisa dapat poin di Catalunya. Di sisi lain, dia sadar performanya tidak begitu sempurna.

Veda Ega Pratama mengakui bahwa performanya terkendala karena sempat memaksakan diri dengan penggunaan ban. Tapi dia langsung mengelolanya dengan baik.

"Saya memiliki kecepatan yang bagus selama balapan dan berhasil memulihkan banyak posisi di awal," terang Veda.

"Pada satu momen saya sedikit terlalu memaksakan diri dengan ban depan dan saya mengerti bahwa saya perlu mengelolanya dengan hati-hati karena masih ada banyak lap tersisa," sambungnya.

Motivasi untuk Moto3 Italia 2026

Kendala juga dialami Veda Ega pada akhir balapan. Tapi semua persoalan itu bisa diantisipasi dengan baik dan pembalap asal Gunungkidul itu berhasil menyelesaikan balapan dengan mencuri poin.

"Di lap-lap terakhir saya kembali berusaha untuk bergabung kembali dengan kelompok depan dan berjuang hingga akhir," kata dia.

"Meskipun ada beberapa kesalahan kecil di lap terakhir, finis di delapan besar setelah memulai dari posisi ke-20 adalah hasil yang sangat berharga dan motivasi untuk terus meningkatkan performa di Mugello," jelasnya menambahkan.

Wakil Benfica Kaget, Antusias Sepak Bola Anak Ternate Bikin Kagum

Read Entire Article
Bisnis | Football |