Chelsea Coret Oliver Glasner dari Bursa Pengganti Enzo Maresca

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea resmi memasuki era baru pada awal 2026 setelah memutuskan berpisah dengan Enzo Maresca. Keputusan ini langsung memicu spekulasi luas soal siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai manajer berikutnya, terlebih karena Maresca sejatinya baru saja mengantar The Blues meraih dua trofi dan kembali ke Liga Champions dalam satu musim pertamanya.

Manajemen Chelsea memang tidak terburu-buru mengumumkan pemecatan Maresca. Klub London Barat itu disebut sudah lebih dulu menyiapkan daftar pendek kandidat pengganti sebelum keputusan diumumkan ke publik. Sejumlah nama pelatih papan atas pun sempat dikaitkan, termasuk bos Crystal Palace, Oliver Glasner.

Namun, harapan melihat Glasner duduk di kursi panas Stamford Bridge dipastikan pupus. Jurnalis kenamaan The Athletic, David Ornstein, secara tegas menyebut bahwa pelatih asal Austria itu tidak masuk dalam radar Chelsea.

Chelsea Coret Glasner

Ornstein mengungkapkan bahwa klub hanya mempertimbangkan sejumlah kecil kandidat, dan Glasner tidak termasuk di dalamnya, meski reputasinya tengah menanjak usai mempersembahkan gelar Piala FA bersama Palace musim lalu.

Sebaliknya, satu nama justru semakin menguat: Liam Rosenior. Chelsea dikabarkan sangat mengagumi pekerjaan Rosenior bersama Strasbourg, klub Ligue 1 yang juga berada di bawah naungan BlueCo.

Di bawah arahannya, Strasbourg tampil impresif dengan memuncaki fase grup Conference League sekaligus menjadi wadah pengembangan bagi sejumlah talenta muda Chelsea.

Liam Rosenior Dekat ke Chelsea

Kedekatan proyek Rosenior dengan filosofi BlueCo menjadi nilai plus tersendiri. Selain itu, keberhasilannya memaksimalkan pemain muda termasuk kiper potensial Mike Penders dinilai sejalan dengan arah pembangunan skuad Chelsea ke depan. Tak heran jika Rosenior disebut-sebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Maresca.

Meski demikian, wacana penunjukan Rosenior juga memunculkan tanda tanya. Pengalamannya di level elite Eropa masih terbatas, dan publik Stamford Bridge tentu menuntut jaminan prestasi instan.

Di tengah kekecewaan sebagian fans atas pemecatan Maresca, keputusan Chelsea kali ini menjadi pertaruhan besar. Salah langkah, tekanan terhadap manajemen bisa semakin memuncak di paruh kedua musim.

Sumber: David Ornstein The Athletic

Ari Rachman PrayogaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |