Chelsea Gelar Rapat Dadakan Saat Tahun Baru, Bahas Nasib Enzo Maresca

14 hours ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea dilaporkan akan menggelar pembicaraan krusial pada Hari Tahun Baru untuk membahas masa depan Enzo Maresca di tengah situasi yang kian tidak menentu di kursi pelatih kepala.

Ketegangan antara juru taktik asal Italia itu dengan manajemen klub disebut sudah berada pada level yang mengkhawatirkan dan berpotensi berujung perpisahan lebih cepat dari rencana awal.

Pembicaraan ini berlangsung di saat Chelsea sedang berada dalam performa yang tidak konsisten. The Blues hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir Premier League, sebuah catatan yang membuat posisi Maresca semakin disorot.

Situasi tersebut diperparah oleh sejumlah pernyataan ambigu sang pelatih dalam konferensi pers yang memicu spekulasi internal maupun eksternal.

Tanda Tanya Maresca

Chelsea dijadwalkan bertandang ke markas Manchester City pada Minggu mendatang. Sejatinya, Maresca akan memberikan konferensi pers prapertandingan di pusat latihan Chelsea. Namun, ketidakpastian soal masa depannya membuat agenda tersebut ikut diselimuti tanda tanya.

Salah satu momen yang memperuncing situasi terjadi usai kemenangan atas Everton. Maresca secara mengejutkan mengaku baru saja melalui “48 jam terburuk” sejak menangani Chelsea, namun menolak menjelaskan maksud pernyataan itu, baik kepada media maupun kepada staf internal klub. Sikap tertutup tersebut disebut menambah gesekan dengan jajaran petinggi klub.

Meski demikian, Maresca sempat menegaskan dirinya “pasti” masih akan berada di Stamford Bridge musim depan. Namun, klaim tersebut kini dipertanyakan menyusul agenda pembicaraan yang akan menentukan langkah selanjutnya Chelsea.

Tekanan Maresca di Chelsea

Tekanan semakin terasa setelah Chelsea ditahan imbang 2-2 oleh Bournemouth di Stamford Bridge, Selasa lalu. Dalam laga tersebut, Maresca mendapat sorakan tidak menyenangkan dari pendukung sendiri usai menarik keluar Cole Palmer pada menit ke-63. Sebagian suporter bahkan melantunkan chant bernada kritik terhadap keputusan sang pelatih.

Usai pertandingan, para petinggi klub, termasuk salah satu pemilik Chelsea, Behdad Eghbali, terlihat meninggalkan stadion seperti biasa. Namun Maresca memilih tidak menghadiri sesi wawancara media dengan alasan kondisi kesehatannya kurang baik.

Laporan yang beredar pada malam Tahun Baru menyebutkan bahwa Maresca bahkan berpeluang mengundurkan diri. Hingga kini, perwakilan sang pelatih belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar tersebut.

Halaman berikutnya

Chelsea sejatinya memiliki rencana evaluasi pada musim panas mendatang, dua tahun sejak Maresca ditunjuk sebagai pelatih, untuk menilai progres tim. Namun, situasi terkini membuat manajemen dikabarkan siap mengambil keputusan lebih cepat jika dianggap perlu. Opsi berpisah secara kesepakatan bersama juga disebut terbuka apabila Maresca merasa tak lagi mampu melanjutkan tugasnya. Dari sisi performa, manajemen menilai skuad Chelsea memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing di papan atas dan mengamankan target finis empat besar. Namun hasil imbang kontra Bournemouth kembali menjadi bukti inkonsistensi, terutama karena Chelsea musim ini sudah kehilangan 15 poin dari posisi unggul, terbanyak di Premier League.

Read Entire Article
Bisnis | Football |