Deretan Fakta Menarik usai PSG Pertahankan Gelar Liga Champions

8 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Deretan rekor tercipta setelah Paris Saint-Germain (PSG) membekuk Arsenal 4-3 (1-1) lewat drama adu penalti pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.

Pasukan Luis Enrique jadi tim kedua yang mempertahan gelar pada era Liga Champions (sejak 1992), mengikuti jejak Real Madrid yang berjaya pada tiga beruntun periode 2016-2018.

Selain fakta itu, berikut deretan statistik menarik lainnya:

- Luis Enrique menyamai torehan Bob Paisley, Zinedine Zidane, dan Pep Guardiola sebagai pelatih tersukses lewat koleksi tiga gelar juara. Mereka hanya tertinggal dari Carlo Ancelotti (5).

- Kai Havertz (Chelsea-Arsenal) menjadi pemain keempat yang mencetak gol untuk dua klub berbeda di final Piala/Liga Champions. Dia menyamai torehan Velibor Vasovic (Partizan- Ajax), Cristiano Ronaldo (Manchester United-Real Madrid), dan Mario Mandzukic (Bayern Munchen-Juventus).

- Final 2025/2026 adalah kali ke-12 laga puncak kompetisi ditentukan lewat adu penalti. Kali terakhir sebelum musim ini terjadi 2015/2016 kala Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid.

Jalan Pertandingan PSG vs Arsenal

Arsenal unggul cepat pada menit ke-6 final Liga Champions. Kai Havertz lolos dari penjagaan akibat bola memantul. Walau dalam posisi kurang menguntungkan, dia mampu menaklukkan kiper Matvey Safonov lewat tendangan keras.

PSG merespon dan mendominasi bola. Namun, mereka kesulitan menemus pertahanan Arsenal. Beberapa kali mereka meminta penalti, tapi tidak digubris. Usaha tendangan jauh juga tidak membuahkan hasil.

Di sisi lain, Arsenal dapat peluang pada injury time. Namun, Kai Haverz juga melewatkan kesempatan. Kedudukan tidak berubah hingga jeda.

Pelatih kedua tim tidak melakukan pergantian pemain pada jeda. Cerita pertandingan pun tidak berubah. PSG mengepung pertahanan Arsenal, tapi kesulitan menciptakan peluang berarti.

Momen krusial terjadi pada pertengahan babak kedua. Cristhian Mosquera melanggar Khvicha Kvaratskhelia di area terlarang.

Wasit Daniel Siebert menunjuk tendangan 12 pas. Ousmane Dembele yang menjadi algojo tidak melewatkan kesempatan menyamakan kedudukan di menit ke-65.

Momentum berubah. PSG mendapat angin segar dan hampir memutar skor. Lewat serangan balik, Kvaratskhelia menyaksikan tendangannya mengenai tiang gawang.

Arsenal tidak tinggal diam dan juga mulai keluar dari sarang. Jual beli serang terjadi. Namun, tidak ada gol lagi dan tambahan waktu harus digelar.

Read Entire Article
Bisnis | Football |