Didukung LinkUMKM BRI, UMKM Tas Serat Alam Asal Semarang Mlatiwangi Sukses Tembus Pasar Internasional

17 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan UMKM tas serat alam Mlatiwangi bermula dari sebuah pesanan sederhana yang datang dari keluarga di Amsterdam, Belanda. Berkat ketekunan dalam mengembangkan produk dan dukungan berbagai program pemberdayaan usaha, bisnis yang dirintis pada 2017 tersebut kini berhasil menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.

Kisah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha kecil mampu berkembang melalui peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar. Dalam hal ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan UMKM.

Pemilik Mlatiwangi, Yuli Muhawati, mengungkapkan bahwa ide usaha tersebut berawal dari permintaan kerabatnya yang tinggal di Amsterdam untuk dibuatkan tas mukena. Saat itu, produk yang dijual masih berupa tas jadi yang dibeli kembali dari pihak lain.

Namun seiring waktu, Yuli mulai mencari mitra penjahit dan memutuskan memproduksi sendiri berbagai jenis tas berbahan serat alam. Bahan yang digunakan pun beragam, mulai dari pandan, eceng gondok, goni, rotan, hingga pelepah pisang.

“Awalnya saya membuat tempat atau tas mukena berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam. Saat itu produk yang dijual masih berupa tas jadi, hingga akhirnya saya menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri menggunakan berbagai bahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang yang terus dikembangkan hingga sekarang,” ujar Yuli.

Kembangkan Produk dengan Sentuhan Wastra Indonesia

Seiring berjalannya waktu, Mlatiwangi berkembang dengan menghadirkan produk yang memadukan anyaman serat alam dan kain wastra Indonesia, seperti batik dan lurik. Suvenir dompet koin dan dompet kosmetik menjadi produk yang paling diminati karena harganya terjangkau dan memiliki desain yang unik.

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Yuli mengenal LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI. Berbagai pendampingan dan fasilitas yang diperolehnya turut membuka peluang bagi Mlatiwangi untuk mengisi produk di toko oleh-oleh Bandeng Juwana yang berkontribusi terhadap peningkatan omzet usaha.

Saat ini, produk Mlatiwangi dipasarkan melalui galeri sendiri, reseller di toko oleh-oleh Bandeng Juwana dan Bandara Jenderal Ahmad Yani, marketplace, serta berbagai pameran, di antaranya BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024. Jangkauan pemasarannya mencakup Semarang, Jakarta, Medan, hingga Papua, bahkan pernah menembus pasar ekspor ke Amsterdam pada 2017 dan Brunei Darussalam pada 2020. Untuk mendukung operasional usaha, Mlatiwangi juga memanfaatkan layanan BRI seperti QRIS, mobile banking, dan tabungan.

LinkUMKM BRI Bantu Perluas Akses dan Pengembangan Usaha

Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mendorong percepatan UMKM naik kelas. Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa perjalanan Mlatiwangi menunjukkan bagaimana kreativitas dalam mengolah bahan serat alam dapat menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi. Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang unik dan sesuai kebutuhan pasar menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk terus berkembang.

“Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk yang unik dan bernilai tambah. Kemampuan menjaga kualitas produk sekaligus memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM. BRI akan terus menghadirkan berbagai program yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas produk, serta memperluas peluang pengembangan usaha,” pungkas Dhanny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |