FIFA Perketat Aturan Piala Dunia 2026, Suporter Inggris Terancam Sanksi Berat

3 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah mengeluarkan peringatan tegas kepada para pendukung Tim Nasional Inggris menjelang Piala Dunia 2026. Regulasi baru yang diterapkan oleh FIFA berpotensi menjatuhkan sanksi berat, termasuk pengusiran dari stadion, bagi suporter yang melanggar aturan.

Serangkaian kebijakan ketat ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perilaku di dalam stadion, pembatasan barang bawaan, hingga larangan perjalanan bagi individu yang memiliki riwayat pelanggaran. Fokus utama FIFA adalah menjaga ketertiban dan keamanan selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan lingkungan yang kondusif bagi semua pihak, sekaligus menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu jalannya pertandingan. Selain itu, FIFA juga memperkenalkan aturan baru terkait dinamika permainan, khususnya dalam situasi bola mati.

Pembatasan Atribut Dan Nyanyian Ofensif

Salah satu area yang menjadi perhatian utama FIFA adalah penggunaan bahasa atau gestur yang dinilai menyerang. Nyanyian yang kerap dilantunkan oleh oknum suporter Inggris untuk mengejek Perdana Menteri Keir Starmer kini masuk dalam daftar pengawasan ketat dan berpotensi memicu sanksi.

Lirik lagu yang menyerang Keir Starmer tersebut dilaporkan sempat terdengar dalam beberapa pertandingan Timnas Inggris sebelumnya, bahkan pihak penyiaran televisi harus menurunkan volume suara tribune untuk meredamnya. Selain itu, suporter Inggris juga terancam kehilangan bendera mereka saat laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di Stadion Dallas jika tidak mematuhi ketentuan yang ditetapkan FIFA dan penyelenggara.

Klub Pendukung Inggris (ESC) telah menerima pemberitahuan bahwa suporter dilarang menggantung bendera pada papan iklan LED yang mengelilingi lapangan. Hanya bendera kecil yang diizinkan masuk ke dalam stadion, dengan syarat harus digantung pada rel di belakang gawang. FIFA secara eksplisit melarang bendera "yang bersifat politik, ofensif, dan/atau diskriminatif".

Sebelumnya, suporter dari Belanda dan Jepang telah mengalami penyitaan bendera di Stadion Dallas saat menghadiri pertandingan yang berakhir imbang 2-2.

Aturan Botol Minum Dan Ancaman Hooliganisme

FIFA awalnya melarang penonton membawa botol air minum sendiri ke dalam stadion demi alasan keamanan. Keputusan ini diambil untuk mencegah risiko cedera bagi pemain maupun penonton, karena botol berbahan keras berpotensi dilempar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Namun, setelah menuai banyak kritikan, FIFA akhirnya melonggarkan aturan tersebut. Kini, penonton diizinkan membawa satu botol minuman berbahan plastik lunak berukuran 590 mililiter yang masih tersegel pabrik saat memasuki stadion di Amerika Serikat dan Kanada. Meskipun demikian, larangan terhadap botol isi ulang berbahan keras tetap dipertahankan. Kelompok suporter mengkritik larangan awal ini sebagai upaya komersialisasi yang mengorbankan keselamatan penonton, mengingat semua produk minuman di area stadion dikuasai oleh sponsor utama, Coca-Cola. Bagi suporter yang berulah, otoritas Dallas telah menyiapkan tindakan tegas. Suporter Inggris yang melakukan kerusuhan saat Piala Dunia 2026 akan ditahan di Tarrant County Jail. Pelaku kerusuhan akibat konsumsi alkohol berlebihan di tempat umum akan diproses hukum sesuai aturan setempat di Texas.

Read Entire Article
Bisnis | Football |