CNN Indonesia
Rabu, 02 Apr 2025 09:45 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Gedung pencakar langit di Bangkok, Thailand, ramai disorot usai runtuh seketika imbas gempa Myanmar berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat (28/3).
Gedung yang dibangun untuk menjadi Kantor Audit Thailand itu langsung ambruk dalam hitungan detik dan video insiden tersebut terekam hingga viral di media sosial.
Menurut informasi dari berbagai sumber, gedung ini dibangun oleh pengembang lokal Italian Thai Development (ITD) yang bekerja sama dengan China Railway No.10.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ITD merupakan pengembang lokal yang didirikan bersama seorang warga Italia. Perusahaan tersebut telah mengerjakan banyak proyek pembangunan di sejumlah fasilitas penting di Thailand, termasuk Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok.
Sedangkan, China Railway No.10 merupakan anak perusahaan mega konstruksi China Railway Group. Menurut Devex, China Railway No.10 Engineering Group Co Ltd merupakan perusahaan konstruksi lintas industri milik negara yang sangat besar, transnasional dan mengkhususkan diri dalam rekayasa arsitektur kontrak.
Perusahaan itu mempunyai serangkaian sertifikat kualifikasi, termasuk Kontraktor Khusus Kelas A untuk berbagai kategori pekerjaan teknik, mulai dari proyek jembatan hingga smart building.
Selain itu, mereka juga memiliki sertifikat kualifikasi kelas A untuk mengontrak proyek teknik di luar negeri dan melaksanakan proyek pendukung komprehensif bantuan asing.
China Railway No.10 punya cabang di Thailand dan memiliki 49 persen saham di perusahaan gabungan China Railway Engineering Corporation ITD-CREC.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengatakan perusahaan Thailand dan China akan diselidiki dan dimintai pertanggungjawaban.
Polisi pada 30 Maret menyatakan telah menahan empat warga China yang diduga berusaha mengambil 32 berkas dokumen tanpa izin dari bangunan tersebut.
Pihak berwenang distrik mengatakan mereka mengajukan tuntutan hukum terhadap keempat orang dan bosnya.
Pemerintah juga telah membentuk komite khusus untuk penyelidikan tersebut. dengan melibatkan sejumlah ahli dari berbagai kalangan.
Komite itu beranggotakan insinyur dari Departemen Pekerjaan Umum dan Perencanaan Kota hingga ahli dari bidang-bidang lain. Mereka ditugaskan untuk menyelidiki insiden itu dan diminta melaporkan hasilnya dalam waktu sepekan.
ITD dan China Railway Group belum memberikan pernyataan soal insiden itu. ITD hanya menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya ke keluarga korban.
"Perusahaan berkomitmen penuh mendukung semua pihak terkait mengambil tindakan perbaikan memulihkan keadaan normal sesegera mungkin," demikian lanjut ITD, dikutip Straits Times.
(frl/isn)