Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 18 Ribu, Cek Rincian di Sini

6 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Senin (15/6/2026) melesat signifikan. harga emas Antam hari ini lebih mahal Rp 18.000.

Mengutip laman logammulia.com, harga emas antam hari ini ditetapkan Rp 2.729.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.711.000.

Harga buyback emas Antam juga melejit dengan nilai yang lebih besar. Harga buyback emas antam naik Rp 46.000 menjadi Rp 2.500.000 per gram.

Untuk diketahui, harga buyback emas Antam ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.500.000 per gram.

Harga emas antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Berikut daftar harga emas Antam terbaru:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.414.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.729.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.408.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.094.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.460.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 26.840.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 66.935.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 133.705.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 267.260.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 667.840.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.335.400.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.669.600.000.

Prediksi Harga Emas Sepekan

Sebelumnya, harga emas dunia mengalami pergerakan bergejolak sepanjang pekan lalu. Tekanan datang dari data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan, memanasnya kembali konflik di Timur Tengah, serta meningkatnya ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Kitco News, Senin (15/6/2026), pada awal pekan lalu harga emas spot sempat naik hingga menyentuh US$ 4.362,94 per ons. Namun, setelah Iran mengisyaratkan berakhirnya operasi militer terhadap Israel dan inflasi AS pada Mei tercatat sebesar 4,2 persen secara tahunan, harga emas berbalik turun tajam.

Logam mulia tersebut bahkan sempat menyentuh level terendah mingguan di US$ 4.023,10 per ons pada Rabu, sebelum akhirnya pulih dan ditutup di level US$ 4.210,52 per ons pada akhir pekan.

Survei mingguan Kitco News menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati menjelang pertemuan The Fed. Sementara itu, sentimen investor ritel berubah menjadi bearish setelah harga emas mendekati level US$ 4.000 per ons.

Prediksi Analis

Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, menilai harga emas kemungkinan telah mencapai titik terendahnya.

"Naik. Probabilitasnya, meskipun tidak terlalu besar, menunjukkan bahwa emas kemungkinan telah mencapai titik terendahnya. Seiring konflik Iran mendekati akhir, dolar AS akan kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset safe haven dan hal itu akan menjadi positif bagi emas. Selain itu, penurunan harga minyak akan mengurangi tekanan untuk kenaikan suku bunga," ujarnya.

Di sisi lain, analis pasar senior Trade Nation, David Morrison, masih memandang prospek emas dalam jangka pendek cenderung negatif.

"Jika kesepakatan damai tercapai dan hal itu menyebabkan penurunan signifikan dolar AS, yang belum tentu terjadi, maka emas dapat kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar. Namun untuk saat ini, meskipun reli kemarin cukup kuat, emas masih berada di zona berbahaya," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |