Harga Emas Hari Ini Menguat Usai Dolar AS Lesu, Sentuh Level Segini

21 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia kembali mencapai puncak tertinggi hampir tiga pekan pada Rabu, 8 April 2026 waktu setempat. Kenaikan harga emas dunia didorong dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak yang melemah setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dan meredakan kekhawatiran inflasi.

Mengutip CNBC, Kamis (9/4/2026), harga emas spot naik 1,6% menjadi USD 4.779,19 per ounce. Sebelumnya pada sesi itu, emas batangan naik lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 19 Maret 2026.

Harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni bertambah 2,6% menjadi USD 4.805,90.

Analis Marex, Edward Meir menuturkan, gencatan senjata menenangkan pasar dan mengurangi tekanan. Hal ini dapat membantu mengurangi beberapa tekanan inflasi dan mungkin membuka pintu bagi pemangkasan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) yang menguntungkan emas.

“Namun situasinya masih sangat rapuh. Ada begitu banyak elemen yang perlu dinegosiasikan. Semuanya bisa dengan mudah berantakan, dan bisa jadi hanya pemulihan jangka pendek di semua pasar. Kita masih belum keluar dari kesulitan,” ia menambahkan.

AS dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan, menangguhkan perang selama enam minggu yang telah menewaskan ribuan orang, menyebar ke seluruh Timur Tengah, dan menyebabkan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia.

Harga minyak turun di bawah USD 100 per barel setelah berita tersebut.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Sentimen Harga Emas

Harga emas spot telah turun lebih dari 9% sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, karena harga energi yang lebih tinggi memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor untuk mengurangi harapan penurunan suku bunga. Suku bunga yang tinggi cenderung menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil meskipun merupakan lindung nilai inflasi.

Risalah rapat Federal Reserve pada 17-18 Maret dijadwalkan akan dirilis pukul 14.00 EDT. Fed mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap stabil di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat tersebut. Indikator inflasi AS, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk Februari dan Indeks Harga Konsumen untuk Maret, dijadwalkan akan dirilis akhir pekan ini.

Harga perak spot melonjak 4,9% menjadi USD 76,44 per ounce, platinum naik 4,9% menjadi USD 2.054,10 dan paladium bertambah 9,1% menjadi USD 1.603,13.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas stabil pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena kehati-hatian mewarnai pasar menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan dahsyat terhadap infrastrukturnya.

Dikutip dari CNBC, Rabu (8/4/2026), harga emas stabil di USD 4.648,32 per ons, setelah naik 1% di awal sesi. Harga emas AS turun 0,3% menjadi USD 4.670,90.

“Pasar emas stagnan menjelang batas waktu pukul 8 malam Waktu Bagian Timur yang ditetapkan AS malam ini. Pasar sedang menunggu karena para pedagang ingin melihat apa yang akan terjadi,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Serangan terhadap Iran meningkat sepanjang hari, tetapi Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan menerima ultimatum Trump untuk membuka Selat Taiwan pada akhir hari Selasa. Presiden AS mengatakan “seluruh peradaban akan mati malam ini” kecuali Teheran mencapai kesepakatan di menit-menit terakhir.

“Para pedagang emas lebih fokus pada apa yang mungkin dilakukan bank sentral dengan suku bunga mereka daripada geopolitik. Jika ekonomi-ekonomi utama menunda penurunan suku bunga, hal itu dapat diartikan sebagai penurunan permintaan emas,” kata Wyckoff.

Harga minyak telah melonjak sejak konflik Iran meningkatkan kekhawatiran akan pasokan. Biaya energi yang lebih tinggi memicu inflasi, sehingga bank sentral hanya memiliki sedikit ruang untuk memangkas suku bunga.

Harga Perak dan Logam Lain

Meskipun emas merupakan lindung nilai terhadap inflasi, emas kurang menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak menawarkan imbal hasil.

Pasar juga terfokus pada risalah rapat Federal Reserve bulan Maret, yang akan dirilis pada Rabu. Selain itu, data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS untuk bulan Februari akan dirilis pada hari Kamis, dan Indeks Harga Konsumen untuk bulan Maret pada hari Jumat. Di tempat lain, data menunjukkan bahwa bank sentral China melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-17 berturut-turut.

Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 2,7% menjadi USD 70,83 per ons, platinum turun 3,4% menjadi USD 1.911,37 dan paladium turun 4,3% menjadi USD 1.421,75. 

Read Entire Article
Bisnis | Football |