Menteri Trenggono Siapkan Beasiswa Buat Anak Nelayan Korban Bencana Sumatera

7 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan ratusan kursi beasiswa pendidikan bagi anak korban bencana Sumatera. Ada sekitar 150 kursi beasiswa bagi anak nelayan hingga petambak yang terdampak. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Trenggono) mengalokasikan 10 persen dari total kuota beasiswa bagi Anak Pelaku Utama (APU) sektor kelautan dan perikanan.

150 kursi dialokasikan khusus bagi anak-anak pelaku utama KP terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk melanjutkan pendidikan di satuan pendidikan vokasi KKP Tahun Akademik 2026/2027.

"Kami ingin memastikan bahwa di tengah situasi sulit akibat bencana, anak-anak keluarga pelaku utama kelautan dan perikanan tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan," kata Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2026).

Kebijakan ini menjadi upaya pemerintah untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan pemulihan pascabencana. Sekaligus memastikan anak-anak dari keluarga nelayan, pembudi daya ikan, petambak, pengolah, hingga pelaku usaha perikanan tetap memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas dan masa depan yang lebih terarah.

"Pendidikan vokasi KKP harus hadir sebagai ruang pemulihan, penguatan kapasitas, sekaligus jembatan menuju masa depan yang lebih baik,” ucap Nyoman.

Adapun, pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru resmi dibuka sejak 12 Mei 2026. Kuota afirmasi tersebut tersedia pada pendidikan tinggi vokasi maupun pendidikan menengah vokasi di bawah naungan KKP.

Rincian Beasiswa

Pada jenjang pendidikan tinggi, kesempatan terbuka di Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), serta delapan Politeknik Kelautan dan Perikanan yang tersebar di Bitung, Bone, Dumai, Jembrana, Karawang, Pangandaran, Kupang, dan Sorong.

Sementara pada jenjang pendidikan menengah, afirmasi dibuka melalui Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) di Ladong (Aceh), Pariaman, Kota Agung, Tegal, Waiheru, Pontianak, dan Sorong.

Nyoman menilai, langkah ini tak sebatas memberikan akses pendidikan, namun bentuk empati negara sekaligus investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan sosial-ekonomi keluarga pelaku utama kelautan dan perikanan.

Kesempatan Buat Anak Nelayan

Nyoman memandang, di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak, kesempatan ini diharapkan menjadi sumber semangat baru bagi generasi muda untuk bangkit dan menata masa depan.

“Melalui pendidikan vokasi yang berbasis praktik, disiplin, dan kebutuhan dunia kerja, KKP ingin memastikan anak-anak korban bencana tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh menjadi generasi tangguh yang mampu membawa perubahan bagi keluarga, komunitas, dan sektor kelautan dan perikanan Indonesia,” terang Nyoman.

KKP juga mengajak pemerintah daerah, dinas terkait, penyuluh perikanan, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyebarluaskan informasi ini agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara luas, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Read Entire Article
Bisnis | Football |