Harga Emas Pegadaian Hari Ini 17 Juni 2026, Cek Produk Termurah dan Termahal

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang ditawarkan Pegadaian untuk produk Antam, UBS, dan Galeri24 teRp antau tidak mengalami perubahan signifikan pada Rabu, 17 Juni 2026. Kondisi stagnan ini melanjutkan tren dari hari sebelumnya, Selasa, 16 Juni 2026, memberikan gambaran stabilitas sementara di pasar logam mulia domestik.

Sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka, Pegadaian menyediakan berbagai pilihan investasi emas batangan yang populer di kalangan masyarakat. Produk-produk ini meliputi emas cetakan Antam, UBS, serta Galeri24, yang masing-masing memiliki karakteristik dan harga berbeda.

Pergerakan harga emas, baik di tingkat global maupun lokal, dikenal sangat dinamis. Fluktuasi ini tidak terlepas dari interaksi kompleks berbagai faktor ekonomi dan geopolitik yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi daya tarik dan nilai logam mulia tersebut.

Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian hari ini Rabu (17/6/2026):

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.472.000
  • ‎1 gram: Rp 2.839.000
  • ‎2 gram: Rp 5.614.000
  • 3 gram: Rp 8.395.000
  • ‎5 gram: Rp 13.957.000
  • 10 gram: Rp 27.857.000
  • ‎25 gram: Rp 69.511.000
  • ‎50 gram: Rp 138.939.000
  • ‎100 gram: Rp 277.797.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.480.000
  • ‎1 gram: Rp 2.737.000
  • ‎2 gram: Rp 5.432.000
  • ‎5 gram: Rp 13.422.000
  • 10 gram: Rp 26.702.000
  • ‎25 gram: Rp 66.623.000
  • ‎50 gram: Rp 132.973.000
  • ‎100 gram: Rp 265.841.000
  • 250 gram: Rp 664.407.000
  • ‎500 gram: Rp 1.327.254.000.

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.425.000
  • 1 gram: Rp 2.718.000.
  • ‎2 gram: Rp 5.369.000
  • ‎5 gram: Rp 13.325.000
  • ‎10 gram: Rp 26.580.000
  • ‎25 gram: Rp 66.090.000
  • ‎50 gram: Rp 133.077.000
  • ‎100 gram: Rp 264.023.000
  • ‎250 gram: Rp 658.437.000
  • ‎500 gram: Rp 1.316.872.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.633.743.000

Pengaruh Kebijakan Moneter dan Ekonomi Global Terhadap Emas

Salah satu faktor dominan yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar Dolar AS. Emas secara internasional diperdagangkan dalam mata uang Dolar AS, sehingga penguatan Dolar AS akan membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, cenderung menekan harganya.

Sebaliknya, pelemahan Dolar AS seringkali mendorong kenaikan harga emas. Penetapan harga emas global sendiri dilakukan dua kali sehari oleh London Bullion Metals Association (LBMA) dalam Dolar AS.

Kebijakan suku bunga bank sentral, terutama dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, juga memiliki dampak signifikan. Kenaikan suku bunga acuan cenderung membuat instrumen investasi seperti deposito dan obligasi menjadi lebih menarik, mengurangi minat investor terhadap emas dan berpotensi melemahkan harganya. Sebaliknya, penurunan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai.

Inflasi dan stabilitas ekonomi global turut berperan dalam pergerakan harga emas. Pada periode inflasi tinggi, investor seringkali beralih ke emas sebagai alat lindung nilai untuk menjaga daya beli aset mereka.

Namun, jika inflasi stabil dan kondisi ekonomi global membaik, investor mungkin lebih memilih aset berisiko tinggi seperti saham, yang dapat menurunkan permintaan terhadap emas. Kondisi ekonomi yang tidak menentu, krisis geopolitik, atau konflik bersenjata juga kerap mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas, menyebabkan harganya melonjak.

Dinamika Penawaran dan Permintaan Emas Dunia

Keseimbangan antara permintaan dan penawaran global merupakan fondasi dasar penentu harga emas. Jika produksi tambang emas mengalami penurunan, pasokan yang terbatas dapat mendorong kenaikan harga. Sebaliknya, produksi yang melimpah tanpa diimbangi peningkatan permintaan cenderung menekan harga.

Permintaan emas berasal dari beragam sektor, termasuk perhiasan, koin dan batangan emas, kebutuhan industri teknologi, Exchange Traded Funds (ETF), serta bank sentral yang mengakumulasi emas sebagai aset cadangan.

Produksi emas dunia menjadi faktor krusial lainnya. Negara-negara seperti Afrika Selatan, Australia, Tiongkok, Amerika Serikat, Peru, dan Rusia adalah produsen utama. Apabila cadangan emas menipis atau biaya penambangan meningkat, harga jual emas di pasar global akan cenderung naik.

Selain itu, cadangan emas yang dimiliki oleh bank sentral di seluruh dunia juga memengaruhi harga. Bank sentral membeli emas sebagai bagian dari aset cadangan mereka karena kemampuannya mempertahankan nilai terhadap depresiasi mata uang lainnya.

Harga minyak dunia juga dapat memberikan pengaruh tidak langsung; kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi melalui peningkatan biaya produksi dan hidup, yang pada gilirannya mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |