Harga Emas Pegadaian Hari Ini 25 Mei 2026: UBS, Antam dan Galeri24 Kompak Stagnan

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan UBS,Antam dan Galeri24 kompak stagnan di Pegadaian pada Senin, (25/5/2025) pukul 07.51 WIB.

Mengutip Antara, harga emas buatan UBS dibanderol Rp 2.815.000 per gram. Lalu harga emas antam ditetapkan Rp 2.871.000 per gram dan harga emas Galeri24 dipatok Rp 2.767.000 per gram.

Harga itu merupakan harga yang sama yang ditunjukkan di laman Sahabat Pegadaian pada Minggu, 24 Mei 2026 dan sewaktu-waktu dapat berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas  Pegadaian masing-masing produk dikutip dari Antara:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.451.000
  • 1 gram: Rp 2.767.000.
  • ‎2 gram: Rp 5.466.000
  • ‎5 gram: Rp 13.564.000 ‎
  • 10 gram: Rp 27.057.000
  • ‎25 gram: Rp 67.278.000 ‎
  • 50 gram: Rp 134.451.000 ‎
  • 100 gram: Rp 268.768.000
  • ‎250 gram: Rp 670.270.000
  • ‎500 gram: Rp 1.340.538.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.681.075.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.488.000
  • ‎1 gram: Rp 2.871.000 ‎
  • 2 gram: Rp 5.679.000
  • 3 gram: Rp 8.492.000
  • ‎5 gram: Rp 14.118.000
  • 10 gram: Rp 28.178.000
  • ‎25 gram: Rp 70.315.000
  • ‎50 gram: Rp 140.548.000
  • ‎100 gram: Rp 281.015.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.522.000
  • ‎1 gram: Rp 2.815.000
  • ‎2 gram: Rp 5.86.000
  • ‎5 gram: Rp 13.803.000
  • 10 gram: Rp 27.461.000
  • ‎25 gram: Rp 68.519.000
  • ‎50 gram: Rp 136.755.000
  • ‎100 gram: Rp 273.402.000
  • 250 gram: Rp 683.302.000 ‎
  • 500 gram: Rp 1.365.001.000

Harga Emas Dunia Berpotensi Turun Lagi, Suku Bunga Jadi Kunci

Sebelumnya, prospek harga emas dalam jangka pendek masih dibayangi sentimen negatif di kalangan analis Wall Street. Sementara itu, investor ritel atau Main Street justru tetap mempertahankan pandangan optimistis meski harga logam mulia tersebut sempat melemah.

Survei mingguan emas dari Kitco News menunjukkan mayoritas analis pasar masih memperkirakan tekanan harga emas berlanjut pada pekan ini.

Managing Director Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan, harga emas sempat menembus area dukungan di level USD 4.500 per ons, namun sejauh ini masih bergerak konsolidatif di atas level tersebut.

"Emas telah melewati area dukungan di USD 4.500 tetapi sebagian besar pekan kemarin bergerak konsolidasi di atas level tersebut," katanya dikutip dari Kitco, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, emas masih belum menunjukkan sinyal penguatan yang kuat. Untuk mengonfirmasi potensi kenaikan, harga diperkirakan perlu menembus area USD 4.600 per ons.

Chandler juga memperingatkan risiko penurunan lebih lanjut hingga mendekati rata-rata pergerakan 200 hari atau 200-day moving average yang berada di kisaran USD 4.370.

Ia menambahkan konflik di Timur Tengah yang berlangsung lebih lama dapat meningkatkan potensi penjualan cadangan emas oleh beberapa negara seperti Turki dan negara-negara Teluk.

Inflasi dan Suku Bunga Jadi Tekanan Baru

Presiden Asset Strategies International Rich Checkan memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah.

"Turun," kata Checkan saat ditanya mengenai proyeksi harga emas.

Menurut dia, gencatan senjata yang rapuh antara Amerika dan Iran menunjukkan tanda-tanda semakin melemah. Salah satu persoalan utama yang belum terselesaikan adalah isu senjata nuklir.

Selain faktor geopolitik, data ekonomi AS juga menambah tekanan terhadap emas.

Checkan menyoroti data Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang menunjukkan kenaikan cukup tinggi.

"Pemangkasan suku bunga sudah lama tidak menjadi pilihan. Sekarang wacana kenaikan suku bunga mulai kembali muncul," ujarnya.

Dia menjelaskan kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap harga emas karena investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Pelaku Pasar Dinilai Masih Menunggu Kepastian

Presiden Phoenix Futures and Options Kevin Grady mengaku belum tertarik masuk ke pasar emas saat ini.

Menurut dia, volume transaksi yang rendah dan tingginya ketidakpastian membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi menunggu.

"Saya terus mengatakan hal ini, tetapi jika melihat grafiknya, pergerakan emas memang belum menunjukkan banyak perubahan," kata Grady.

Ia menilai banyak investor masih menunggu arah yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan besar.

Menurut Grady, risiko kenaikan dan penurunan harga saat ini masih sama besar karena pasar sangat dipengaruhi perkembangan berita terbaru.

"Saya pikir sekarang semua orang sebaiknya menunggu. Tidak ada yang benar-benar tahu arah pasar," ujarnya.

Dia menambahkan setiap perkembangan terkait Iran atau kondisi geopolitik dapat langsung memengaruhi harga emas dalam waktu singkat.

Read Entire Article
Bisnis | Football |