Hotel Sultan Bakal Dirobohkan

16 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan transformasi besar-besaran di kawasan eks Hotel Sultan, Jakarta. Gedung yang berada di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) tersebut direncanakan akan dirobohkan dan digantikan dengan kawasan baru yang digadang-gadang menjadi ikon baru Indonesia.

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan rencana pengembangan kawasan secara menyeluruh dengan konsep berstandar internasional. Proyek tersebut tidak hanya mencakup area eks Hotel Sultan, tetapi juga kawasan GBK yang lebih luas.

"Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (akan dirobohkan)," kata Rosan dikutip dari Antara, Selasa (23/6/2026).

Menurut Rosan, penataan ulang kawasan dilakukan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pengembangan tersebut tidak sekadar mengganti bangunan lama, melainkan membangun sebuah kawasan terpadu yang dapat menjadi wajah baru Indonesia di pusat ibu kota.

Rencana tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan aset strategis negara agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi di masa depan.

Kawasan GBK Seluas 200 Hektare Didesain Ulang

Rosan menjelaskan, proyek penataan ulang tidak hanya menyasar lahan eks Hotel Sultan. Seluruh kawasan GBK, termasuk area lapangan golf, juga masuk dalam rencana pengembangan yang saat ini tengah disiapkan.

Menurut dia, kawasan yang akan didesain ulang memiliki luas sekitar 200 hektare dan akan dikembangkan dengan konsep yang lebih modern serta berstandar internasional.

"Tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektare," ujarnya.

Meski demikian, Rosan belum merinci desain maupun nilai investasi yang akan digelontorkan dalam proyek tersebut.

Pemerintah saat ini masih mematangkan konsep pengembangan agar kawasan baru yang dibangun mampu menjadi destinasi unggulan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Ia memastikan pembangunan akan dilakukan secara komprehensif sehingga dapat meningkatkan daya tarik kawasan dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Tetap Ada Hotel, Pengelolaan Libatkan InJourney dan Meru

Dalam pengembangan kawasan baru tersebut, Danantara memastikan fasilitas akomodasi tetap menjadi bagian penting dari proyek. Bahkan, jumlah hotel yang dibangun nantinya diperkirakan lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

"Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya. Dan tidak satu. Jadi tentu saja ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia," ucap Rosan.

Kehadiran sejumlah hotel baru diharapkan dapat mendukung kebutuhan fasilitas publik dan pariwisata di kawasan pusat Jakarta yang menjadi salah satu lokasi strategis nasional.

Terkait pengelolaan kawasan setelah proyek selesai dibangun, Rosan mengatakan pemerintah akan melibatkan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata.

"Ya nantinya pengelolaannya kita akan pakai Injourney, Meru, dan yang lain. Kan Meru juga sudah sangat-sangat baik ya," tutur Rosan.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap kawasan eks Hotel Sultan dan GBK dapat berkembang menjadi destinasi kelas dunia sekaligus ikon baru Indonesia yang mampu menarik wisatawan dan investor dari dalam maupun luar negeri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |