Inggris Disebut Hanya Bertumpu Pada Harry Kane di Piala Dunia 2026, Begini Reaksi Sang Kapten!

18 hours ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar untuk mengakhiri puasa gelar panjang mereka. Skuad The Three Lions sangat berhasrat untuk kembali mengangkat trofi prestisius tersebut sejak terakhir kali meraihnya pada tahun 1966.

Penantian selama enam dekade ini tentu memberikan tekanan tersendiri bagi seluruh elemen dalam tim nasional. Para pendukung setia Inggris selalu menuntut penampilan maksimal dari setiap pemain yang turun ke lapangan.

Sorotan utama jelang turnamen bergengsi ini lagi-lagi tertuju pada ketajaman lini serang yang dipimpin oleh kapten mereka. Banyak pihak mulai mempertanyakan strategi tim asuhan Thomas Tuchel yang terlihat sangat mengandalkan satu sosok saja di depan gawang.

Tudingan mengenai ketergantungan gol ini akhirnya sampai ke telinga sang striker utama yang kini membela Bayern Munchen. Harry Kane pun tidak tinggal diam dan memberikan pandangannya terkait ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya.

Bukan Cuma Inggris, Tim Lain Juga Bergantung pada Striker Utama

Memasuki turnamen di Amerika Utara, sang kapten sedang berada dalam kondisi fisik puncak yang sangat ideal. Performanya yang luar biasa di kompetisi domestik bersama Bayern Munchen memang membuatnya pantas menjadi ujung tombak utama.

Berbicara mengenai tekanan di panggung sebesar Piala Dunia, penyerang tajam ini menyadari besarnya beban yang harus ia pikul. Memimpin lini depan sebuah negara top sepak bola secara alami selalu membawa ekspektasi yang tinggi terkait produktivitas gol.

Ia lantas membandingkan kondisinya dengan para penyerang kelas dunia lainnya yang juga membela tim nasional mereka masing-masing. Pemain berusia 32 tahun tersebut merasa bahwa beban serupa juga lazim dialami oleh bintang-bintang besar di negara lain.

"Saya rasa setiap striker top di tim, akan ada ketergantungan pada striker untuk mencetak gol. Saya pikir, Anda tahu, Erling bersama Norwegia dan Mbappe bersama Prancis, ketika Anda memiliki pencetak gol utama di tim Anda, Anda diharapkan untuk mencetak gol. Itu tidak berarti itu hal yang buruk," ucapnya pada ITV.

Bukan One Man Show, Sumber Gol Timnas Inggris Beragam

Kehadiran pelatih Thomas Tuchel telah membawa dimensi baru dalam pola permainan skuad raksasa Eropa ini. Tim tidak lagi hanya berkutat pada taktik usang yang memusatkan aliran bola kepada satu target di kotak penalti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Pemain depan berusia 32 tahun itu sangat menyadari bahwa rekan-rekan setimnya memiliki kualitas penyelesaian akhir yang mumpuni. Pengalaman bermain di kompetisi tingkat tinggi membuat para penggawa Inggris mampu mencari celah dari berbagai sudut lapangan. Ia juga menyoroti mentalitas juara yang telah terbangun di dalam skuad setelah para pemain melalui musim domestik yang luar biasa. Kombinasi antara kemampuan individu dan kekompakan tim ini diyakini akan menjadi senjata rahasia mereka di Amerika Utara nanti. "Saya rasa kami memiliki potensi gol dari area lain dalam tim. Jika Anda melihat skuad yang telah kami pilih, kami juga memiliki para pemenang hebat dalam tim. Hampir semua pemain memiliki musim yang sukses tahun ini dalam hal trofi, yang menurut saya merupakan faktor penting."

Read Entire Article
Bisnis | Football |