Intip Kisah Inspiratif KWT Buaran Citra Lestari Bersama BRInita, Manfaatkan Lahan Sempit Jadi Produktif

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan di perkotaan tak lagi menjadi hambatan untuk menghadirkan ruang hijau produktif. Kini, lahan-lahan terbengkalai justru dilirik sebagai peluang melalui urban farming, yang mampu menghidupkan kembali area tak terpakai sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Semangat itu terlihat dari langkah kelompok tani Buaran Citra Lestari, yang beranggotakan warga RT 09/RW 13 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Lahan tidur milik Pemerintah Daerah seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya tak terpakai, kini diolah menjadi kawasan pertanian hidroponik yang tak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Berawal dari Inisiatif Warga Menghidupkan Lahan Kosong

Ketua Kelompok Tani Buaran Citra Lestari, Lydwina atau yang akrab disapa Ina, menceritakan bahwa keberadaan urban farming ini bermula dari inisiatif lingkungan sekitar yang ingin memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif.

"Pada saat itu urban farming di kota sedang ramai. Akhirnya, di tahun 2021 mulai dibangun secara bertahap fasilitas yang terkait. Pertama kita bikin kolam ikan dulu, ada yang bioflok, ada yang konvensional. Lalu ada ruang hidroponiknya juga, hingga akhirnya diresmikan pada Desember 2022," ungkapnya.

Karena luasnya area yang dikelola, warga kemudian membentuk beberapa kelompok tani. Salah satunya adalah kelompok Buaran Citra Lestari yang kini aktif mengelola berbagai aktivitas pertanian di lahan tersebut.

Budidaya Beragam Komoditas hingga Produk Olahan

Seiring waktu, urban farming Buaran Citra Lestari terus berkembang. Beragam komoditas kini dibudidayakan, mulai dari sayuran seperti bayam, pakcoy, kangkung, tomat, seledri, kacang panjang, hingga cabai rawit. Selain itu, kelompok ini juga membudidayakan ikan lele dan nila dengan sistem bioflok.

Tak berhenti pada hasil panen segar, kelompok ini juga mengembangkan produk turunan dari hasil pertanian mereka. Salah satu yang cukup dikenal adalah teh bunga telang yang diolah langsung oleh para anggota kelompok.

Seluruh hasil panen maupun produk olahan dipasarkan kepada warga sekitar. Keuntungan yang diperoleh kemudian digunakan kembali untuk mendukung operasional dan pengembangan urban farming tersebut.

Dukungan BRInita Dorong Pengembangan Urban Farming

Perkembangan urban farming Buaran Citra Lestari semakin terasa sejak mendapat dukungan dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli dalam program BRInita (BRI Bertani di Kota).

"Tahun 2025 lalu kita mendapatkan dukungan juga dari program BRInita. Jadi kita dapat bantuan greenhouse dan ruang untuk pengelolaan maggot. Selain itu, kami juga mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan hidroponik, pelatihan pengolahan ikan lele, pelatihan pengolahan makanan dan minuman juga," imbuhnya.

Memasuki 2026, dukungan tersebut terus berlanjut melalui berbagai pelatihan dan penguatan kapasitas kelompok. Di antaranya pelatihan budidaya anggur, pelatihan olahan pascapanen seperti nugget bayam, pelatihan pembuatan kerajinan ecoprint dari daun, hingga pelatihan packaging dan pemasaran produk.

Selain peningkatan keterampilan, program BRInita juga memberikan dukungan sarana dan prasarana. Mulai dari renovasi ruang anggur, pembaruan pintu masuk dan plang kawasan, pemberian benih ikan nila, set benih serta media tanam, hingga kemasan produk untuk hasil pelatihan.

Jadi Ruang Produktif dan Pemberdayaan Perempuan

Bagi Ina dan para anggota kelompok, salah satu manfaat terbesar dari program ini adalah keberadaan greenhouse yang membantu meningkatkan kualitas hasil panen. Lebih dari sekadar kegiatan bertani, urban farming ini juga menjadi ruang aktivitas sosial bagi para anggotanya, yang sebagian besar merupakan pensiunan.

"Kalau sisi positif yang benar-benar dirasakan, kebanyakan anggota kita kan pensiunan, jadi bisa menyalurkan hobi. Kita bisa lebih produktif mengisi waktu kosong, hasilnya juga benar-benar bermanfaat. Kita juga lebih sehat karena pagi-pagi sudah melihat yang hijau-hijau dan berkegiatan di lahan," ungkapnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli mengambil bagian dalam mendukung peran perempuan melalui berbagai program pemberdayaan yang secara nyata mampu mendorong kesejahteraan perempuan Indonesia melalui Program BRInita (BRI Bertani di Kota).

Dalam program ini, BRI Peduli menyalurkan bantuan berupa pembangunan infrastruktur fisik seperti rumah tanaman atau greenhouse yang dapat diaplikasikan dalam tiga model urban farming seperti metode vertikultur, metode hidroponik, dan metode wall gardening.

Tidak hanya itu, BRI Peduli juga melakukan pembinaan bagi anggota kelompok berupa pelatihan pengelolaan urban farming dengan menggandeng tenaga ahli/instansi terkait serta melakukan monitoring kegiatan dan pengembangan hasil sehingga mampu menambah nilai ekonomi.

“Program ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga berkarya di lingkungan sosial dan masyarakat luas sesuai dengan semangat Kartini yaitu semangat untuk terus maju, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menjadikan perempuan sebagai pusat dari perubahan yang bermakna,” tegas Dhanny.

Program BRInita Berkontribusi pada Peningkatan IPM

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau dan melibatkan 1.351 jiwa. Program ini secara nyata berkontribusi 47% dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya perempuan.

Selain itu, program ini juga telah berkontribusi bagi lingkungan dengan menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter enzim ramah lingkungan, 70 produk olahan pupuk, 100 kg maggot BSF, dan 645,7 kg CO2-eq yang berkontribusi bagi efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.

(*)

Read Entire Article
Bisnis | Football |