Isu Motor Listrik BGN Ramai, Menkeu: Anggaran Hanya di 2025

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memiliki anggaran untuk pembelian motor listrik baru pada 2026.

Purbaya menjelaskan, pengadaan sekitar 21.000 unit motor listrik berlogo BGN merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 yang sudah terealisasi sebelumnya.

"Saya tadi tanya ke Kepala BGN. Tapi, nanti anda cek lagi ke dia, ya. Dia bilang itu emang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat teranjur keluar. Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi nggak ada pembelian motor listrik baru," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menghentikan pengadaan lanjutan setelah mengetahui adanya alokasi anggaran tersebut.

Purbaya menjelaskan bahwa sebagian pengadaan motor listrik memang sudah berjalan karena masuk dalam anggaran tahun sebelumnya. Namun, sisa pengadaan yang belum terealisasi telah dibatasi.

"Sebagian yang udah, kan sebagian udah keluar. Sebagian yang sisanya ditolak. Jadi dibatasin lah," katanya.

Ia juga meminta agar status detail pengadaan motor tersebut dikonfirmasi langsung kepada Kepala BGN.

Masih Proses Administrasi sebagai Barang Milik Negara

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut memang dianggarkan pada 2025 dan belum didistribusikan.

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG, tetapi motor tersebut belum dibagikan,” ujar Dadan.

Ia menambahkan, kendaraan yang sudah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai barang milik negara (BMN) sebelum dapat digunakan secara resmi.

Realisasi pengadaan sendiri dilakukan secara bertahap dan telah dimulai sejak Desember 2025.

Total Realisasi Hanya 21.801 Unit

Selain itu, Dadan juga membantah informasi yang beredar di media sosial terkait jumlah pengadaan sepeda motor yang disebut mencapai 70 ribu unit.

“Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025,” ucapnya.

Video yang beredar memperlihatkan motor listrik berlogo BGN dalam kondisi masih terbungkus plastik. Namun, kebenaran konteks video tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan publik mendapatkan informasi yang utuh terkait pengadaan motor BGN, sekaligus menghindari kesalahpahaman yang berkembang di media sosial.

Read Entire Article
Bisnis | Football |