Jerman Luncurkan Paket Reformasi, Pangkas Pajak hingga Perketat Cuti Sakit

3 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kanselir Jerman Friedrich Merz dan mitra koalisi pemerintahannya pada Kamis, 2 Juli 2026 mempresentasikan paket reformasi menyeluruh. Hal ini bertujuan mengembalikan ekonomi Jerman yang lesu ke jalur benar. Salah satunya memangkas pajak.

Mengutip abcnews, Jumat (3/7/2026), 34 langkah itu mencakup pemotongan pajak penghasilan untuk keluarga berpenghasilan rendah, dan menengah. Selain itu, perombakan sistem pensiun yang sudah lama. Namun, aturan lebih ketat untuk cuti sakit karyawan, dan pengurangan birokrasi yang menghambat di Jerman.

"Reformasi ini semua memiliki satu tujuan. Kita melangkah ke masa depan. Kita memperkuat diri kita sendiri agar kita dapat hidup dengan baik pada masa-masa baru ini," ujar Merz.

Koalisi Merz yang terdiri dari partai-partai tengah kanan dan kiri mulai menjabat lebih dari setahun lalu. Pihaknya berjanji mereformasi dan membangkitkan ekonomi terbesar di Eropa ini. Sejak itu, koalisi ini menjadi sangat tidak populer, sebagian karena perseplsi mereka telah berselisih tetapi sejauh ini hanya mencapai sedikit hasil. Merz berusaha membebaskan koalisi pemerintahan dari reputasi negatif tersebut.

"Sejak awal, kami menetapkan agenda dengan satu tujuan utama. Kami ingin mengembalikan Jerman ke jalur yang benar. Sekarang jelas bahwa ini mungkin,” ujar dia.

Ekonomi Jerman kembali tumbuh moderat tahun lalu setelah menyusut selama dua tahun berturut-turut. Pemerintah memperkirakan, pertumbuhan yang kurang memuaskan sebesar 0,5% pada 2026. Pertumbuhan ini tertekan oleh dampak perang di Iran.

Negara berpenduduk 83,5 juta jiwa ini sudah menghadapi persaingan meningkat dari perusahaan-perusahaan China, biaya energi yang lebih tinggi setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, dan masalah-masalah termasuk tarif dan ancaman perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, Jerman juga memiliki masalah lebih dalam seperti biaya produksi tinggi, investasi swasta yang tertinggal dan sistem kesehatan pensiun semakin mahal akibat populasi yang menua.

Pemangkasan Pajak

Pemimpin koalisi mengatakan, pemotongan pajak, setelah sepenuhnya diterapkan pada 2028 akan mengurangi pajak tahunan sekitar 600 euro atau US$ 64,40. Jumlah itu setara Rp 1,15 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.980). Reformasi itu akan mengurangi total pajak sekitar 10 miliar euro atau US$ 11,4 miliar per tahun. Jumlah itu setara Rp 204,92 triliun.

Reformasi sistem pensiun akan mencakup peningkatan bertahap usia pensiun, yang saat ini antara 65 dan 67 tahun tergantung pada jumlah tahun bekerja, sejalan dengan harapan hidup.

Para pemimpin koalisi mengatakan, akan menerapkan rekomendasi yang disampaikan oleh panel ahli dan politikus yang ditunjuk pemerintah bulan lalu untuk menstabilkan sistem pensiun. Tujuannya adalah untuk mencegah penurunan tingkat pensiun dan menghindari kebutuhan akan peningkatan besar dan jangka panjang dari iuran yang dibayarkan karyawan ke dalam sistem pensiun.

Aturan yang lebih ketat untuk cuti sakit tidak lagi mengizinkan karyawan untuk izin sakit hingga tiga hari tanpa menemui dokter atau menghubungi dokter dan meminta surat izin sakit selama satu minggu tanpa benar-benar menemui dokter. Sebaliknya, pemberi kerja dapat meminta surat keterangan dokter sejak hari pertama seseorang mengambil cuti sakit.

Merz telah berulang kali mengeluhkan, tingkat cuti sakit terlalu tinggi di Jerman, yang merugikan produktivitas.

Terkait birokrasi Jerman yang tak terkendali, berbagai persyaratan pelaporan dan dokumentasi akan dihilangkan, dan perlindungan data akan dikurangi hingga standar minimum Eropa, kata pemerintah, menambahkan akan ada juga pengurangan birokrasi dalam hal pengajuan SPT pajak.

Kanselir Tetap Minta Dukungan

Salah satu pemimpin partai sayap kanan alternatif untuk Jerman, Alice Weidel, yang menempati posisi kedua dalam pemilihan nasional tahun lalu, mencemooh paket reformasi tersebut.

Di X, ia menyebut langkah-langkah tersebut sebagai "redistribusi yang lebih kiri lagi, dan kompromi minimal yang tidak pantas disebut 'reformasi'."

"Fakta bahwa ini dijual sebagai ‘terobosan’ hanya menunjukkan satu hal: ketidakmampuan total pemerintah ini untuk melakukan reformasi,” tulisnya.

Meskipun demikian, Merz menyerukan kepada seluruh warga Jerman untuk mendukung paket tersebut.

"Kami tahu bahwa Anda, Bapak dan Ibu sekalian, warga negara kita, menginginkan keputusan, dan Anda tidak menginginkan konflik. Dan itulah yang telah kami berikan,” ujar dia di Berlin saat reformasi tersebut dipresentasikan kepada publik.

“Bergabunglah dengan kami; dukung kami dalam melaksanakan reformasi yang sekarang diperlukan.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |