Jika Inggris Ambyar di Piala Dunia 2026, Ini Konsekuensinya Pada Thomas Tuchel

5 days ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Thomas Tuchel resmi mendapatkan kepercayaan penuh dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk terus menakhodai Tim Tiga Singa. Mantan manajer Chelsea tersebut baru saja menerima perpanjangan kontrak mengejutkan yang mengikatnya hingga turnamen bergengsi tahun 2028 mendatang.

Keputusan strategis ini dibuat saat Inggris sedang bersiap menghadapi kerasnya persaingan di ajang Piala Dunia 2026. FA tampaknya ingin memberikan stabilitas jangka panjang bagi tim nasional sebelum turnamen akbar di Amerika Utara tersebut bergulir.

Langkah berani ini diambil setelah pelatih asal Jerman itu menunjukkan kinerja yang sangat menjanjikan selama memegang kendali tim. Ia berhasil membawa pasukannya melaju mulus tanpa kebobolan satu gol pun selama delapan pertandingan kualifikasi terakhir.

Publik kini menanti apakah investasi besar FA ini akan membuahkan trofi yang sudah lama didambakan oleh para penggemar. Namun, perpanjangan masa bakti ini ternyata juga memicu berbagai reaksi kritis dari para pengamat sepak bola di tanah Inggris.

Ancaman Nyata di Balik Piala Dunia 2026

Legenda sepak bola Inggris, Michael Owen, angkat bicara mengenai masa depan sang pelatih setelah penandatanganan kesepakatan baru tersebut. Pria yang pernah menjadi andalan lini depan The Three Lions ini melihat adanya potensi tekanan besar di depan mata.

Kegagalan mencapai target minimal di turnamen Amerika Utara dipastikan akan memicu gelombang kritik tajam dari berbagai pihak. Posisi aman yang ditawarkan oleh durasi kerja jangka panjang tidak akan berarti banyak jika hasil di lapangan sangat mengecewakan.

Ekspektasi tinggi selalu mengiringi setiap langkah tim nasional Inggris di panggung paling bergengsi sekelas turnamen global ini. Kegagalan melangkah jauh di kompetisi tersebut selalu dinilai sebagai sebuah kemunduran yang tidak bisa ditoleransi oleh para pendukung setia.

Owen secara terang-terangan memberikan peringatan keras kepada sang manajer mengenai konsekuensi buruk jika Inggris tumbang sebelum babak delapan besar. “Jika kita tersingkir di babak grup atau babak berikutnya… kecuali kita bermain melawan tim papan atas di babak gugur dan kita tersingkir sebelum perempat final, maka, ya, pertanyaan-pertanyaan itu akan diajukan,” ujarnya pada Goal.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

“Jelas banyak hal bergantung pada bagaimana, apa, dan mengapa, tetapi akan ada pertanyaan. Jika kita tidak, katakanlah, mencapai perempat final, saya rasa targetnya mungkin perempat final. Saya rasa, jika hasilnya kurang dari itu, akan ada kekecewaan dan pertanyaan yang muncul," klaimnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |