Karolina Muchova Cetak Sejarah Baru di Wimbledon 2026 Usai Kalahkan Naomi Osaka

2 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Panggung megah turnamen tenis tertua dunia kembali menghadirkan drama emosional di atas lapangan rumput All England Club. Perjalanan Naomi Osaka yang paling jauh di Wimbledon telah berakhir.

Setelah mengalahkan unggulan teratas Aryna Sabalenka di babak keempat, Osaka tidak mampu mempertahankan performa gemilangnya melawan Karolina Muchova pada hari Selasa di perempat final. Ketangguhan mental petenis asal Jepang tersebut akhirnya runtuh di hadapan rivalnya.

Pertandingan sengit ini menjadi antiklimaks bagi kebangkitan karier sang mantan ratu tenis dunia. Osaka tersingkir dari turnamen oleh Muchova dalam dua set langsung (7-6, 6-4).

Kekalahan ini sekaligus menegaskan bahwa menaklukkan turnamen Grand Slam lapangan rumput masih menjadi teka-teki besar bagi dirinya. Sebaliknya, hasil positif ini membawa angin segar bagi Muchova untuk terus melaju memburu takhta juara.

Drama Tiebreak dan Kendala Medis di Set Pertama

Jika set pertama menjadi indikasi, para penggemar akan menyaksikan pertandingan yang menegangkan sejak awal laga. Kedua petenis top ini langsung memperagakan permainan reli panjang yang memukau penonton di tribun.

Osaka dan Muchova saling berbalas poin di set tersebut, dengan hanya satu pemain — Muchova — yang memenangkan poin berturut-turut. Dengan skor imbang 6-6 setelah 12 game, set pertama berlanjut ke tiebreak.

Sesi penentuan ini menjadi titik balik krusial yang menguji ketahanan mental dari masing-masing kontestan. Osaka tertinggal di awal tiebreak dan tidak mampu bangkit.

Tekanan yang bertubi-tubi membuat konsentrasi mantan petenis nomor satu dunia itu perlahan mulai buyar. Tertinggal 6-4 di tiebreak, Osaka tidak mampu bangkit, akhirnya kalah di tiebreak dan set tersebut.

Badai Kesalahan Sendiri dan Kelolosan Bersejarah Muchova

Osaka sempat meminta waktu istirahat medis di awal set untuk membalut pergelangan kakinya. Meskipun masalah tersebut tampaknya tidak memengaruhi permainannya di set tersebut, hal itu menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan semakin lama pertandingan berlangsung.

Cedera pergelangan kaki tampaknya tidak menghambat Osaka di set kedua. Ia dan Muchova terus saling berbalas poin, menjaga skor tetap ketat sepanjang set.

Setelah tujuh game, Osaka unggul tipis 4-3, meskipun belum memenangkan game berturut-turut selama pertandingan. Namun, ketidakonsistenan memukul bola justru menjadi bumerang yang merugikan bagi kubu Osaka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Tren tersebut menempatkannya dalam posisi sulit di set kedua. Setelah kalah dua game berturut-turut dari Muchova, Osaka kini hanya tinggal satu game lagi dari eliminasi.

Read Entire Article
Bisnis | Football |