Kembali Bertenaga, Harga Emas Antam Jumat Ini Naik Rp 11.000 per Gram

16 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Jumat (5/6/2026) kembali naik setelah mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya.

Pada hari ini harga emas antam naik Rp 11.000 sedangkan pada perdagangan kemarin harga emas antam turun Rp 15.000.

Mengutip laman logammulia.com, harga emas antam dibanderol di Rp 2.770.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam di Rp 2.759.000 per gram.

Harga buyback emas Antam juga ikut naik pada hari ini dengan nilai yang lebih tinggi. Harga buyback emas antam naik Rp 12.000 menjadi Rp 2.583.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.583.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini:

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.435.500

Harga emas 1 gram: Rp 2.770.000

Harga emas 2 gram: Rp 5.490.000

Harga emas 3 gram: Rp 8.217.000

Harga emas 5 gram: Rp 13.665.000

Harga emas 10 gram: Rp 27.250.000

Harga emas 25 gram: Rp 67.960.000

Harga emas 50 gram: Rp 135.755.000

Harga emas 100 gram: Rp 271.360.000

Harga emas 250 gram: Rp 678.090.000

Harga emas 500 gram: Rp 1.355.900.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 2.710.600.000.

Harga Emas Perlahan Naik, Gencatan Senjata Israel-Lebanon Jadi Tenaga

Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Kamis setelah harga minyak mengalami penurunan. Sentimen positif muncul seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan berakhirnya konflik yang melibatkan Iran.

Kondisi tersebut menekan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Mengutip CNBC, Jumat (5/6/2026), harga emas spot tercatat naik 0,8% menjadi USD$ 4.466,89 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,9% ke level USD$ 4.508 per ons.

Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan laporan mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon menjadi salah satu faktor yang menekan dolar AS serta imbal hasil obligasi.

“Laporan mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga membantu harga emas bertahan di atas level penting rata-rata pergerakan 200 hari,” ujar Wong.

Harapan pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik juga semakin meningkat setelah Israel dan Lebanon mengumumkan pada Rabu malam bahwa kedua pihak sepakat untuk menerapkan gencatan senjata.

Kesepakatan tersebut memunculkan optimisme bahwa peluang tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran semakin terbuka.

Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

Seiring perkembangan itu, harga minyak dunia anjlok lebih dari 3%. Pasar berharap jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dapat kembali beroperasi secara normal sehingga pasokan energi global lebih terjamin.

Di saat yang sama, indeks dolar AS melemah sekitar 0,3%. Pelemahan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, termasuk obligasi tenor 10 tahun, turut meningkatkan daya tarik investasi emas yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga.

Menurut Wong, peluang harga emas kembali mencetak rekor tertinggi dalam waktu dekat masih cukup terbatas.

“Rekor tertinggi harga emas pada tahun ini tampaknya semakin sulit tercapai kecuali ada gencatan senjata permanen dengan Iran yang memungkinkan Selat Hormuz dibuka kembali, harga energi turun, dan pasar tidak lagi khawatir terhadap potensi suku bunga yang lebih tinggi,” kata dia.

Faktor yang Bebani Harga Emas

Emas yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven atau aset pelindung nilai sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari lalu.

Namun sejak konflik Iran mulai memanas pada akhir Februari, harga emas telah terkoreksi sekitar 16%. Tingginya tingkat suku bunga juga menjadi faktor yang membebani kinerja emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen pendapatan tetap lainnya.

Kini perhatian investor beralih pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Mei yang akan dirilis pada Jumat.

Data tersebut dinilai penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS sekaligus menjadi petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Sementara itu, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot naik 1,1% menjadi US$ 73,52 per ons, platinum menguat 1% ke level US$ 1.877,66 per ons, dan palladium bertambah 0,9% menjadi US$ 1.313,50 per ons.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |