Laba Bank Sampoerna Naik 68%, Transaksi Digital Sentuh Rp 98 Triliun

8 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatat kinerja fundamental yang solid hingga kuartal I 2026. Kondisi tersebut didukung posisi keuangan yang sehat serta penguatan pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menjadi fokus utama perusahaan.

CEO Bank Sampoerna Ali Yong mengatakan, hingga akhir Maret 2026, pembiayaan UMKM tercatat mencapai 59% dari total portofolio pembiayaan Bank Sampoerna yang sebesar Rp 11 triliun. Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan kinerja positif dengan nilai mencapai Rp 15 triliun.

"Peningkatan DPK didukung pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang mengalami kenaikan cukup signifikan," kata dia, Minggu (24/5/2026).

Tercatat, dana giro perusahaan meningkat menjadi Rp 2,01 triliun dari Rp 1,34 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara tabungan tumbuh menjadi Rp 1,43 triliun dibandingkan Rp 1,31 triliun pada periode serupa.

Secara keseluruhan, CASA Bank Sampoerna tumbuh sekitar 29,6% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Finance & Business Planning PT Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.

Laba Bersih Naik 68%, Kualitas Aset Tetap Terjaga

Henky menjelaskan pertumbuhan bisnis tetap menjadi fokus Bank Sampoerna di tengah dinamika industri perbankan. Karena itu, perusahaan terus menjaga efisiensi operasional dan disiplin dalam pengelolaan risiko untuk memperkuat fondasi bisnis.

Salah satu indikatornya terlihat dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang membaik menjadi 96,33% pada akhir Maret 2026, dibandingkan 97,26% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan bisnis tetap menjadi fokus Bank Sampoerna dalam menghadapi dinamika industri perbankan. Karena itu, efisiensi operasional dan pengelolaan risiko yang disiplin terus kami jaga untuk memperkuat fundamental Bank. Hingga akhir Maret 2026, Bank Sahabat Sampoerna membukukan laba bersih sebesar Rp8,9 miliar, meningkat 68% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp5,3 miliar,” ujar Henky.

Di sisi lain, Bank Sampoerna juga menjaga kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah bersih (Non-Performing Loan/NPL Net) yang tetap berada pada level 2,70%.

Transaksi Digital Tembus Rp98 Triliun

Selain memperkuat kinerja keuangan, Bank Sampoerna juga terus mengembangkan ekosistem digital guna memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Ali Yong menambahkan, perusahaan terus memperkuat layanan Bank as a Service (BaaS) melalui kerja sama dengan berbagai mitra seperti perusahaan teknologi finansial, multifinance, koperasi, hingga institusi keuangan lainnya.

“Sepanjang kuartal pertama 2026, layanan BaaS mencatat lebih dari 495 juta transaksi dengan total volume transaksi mencapai Rp 98 triliun. Pertumbuhan ini menjadi bukti kuat kolaborasi yang erat antara Bank Sampoerna dan lebih dari 50 fintech, perusahaan multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya," jelas Ali.

Selain itu, Bank Sampoerna juga terus memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui SampoernaFest serta memperbarui layanan Sampoerna Mobile Banking (SMB).

Read Entire Article
Bisnis | Football |