Legenda AC Milan Ini Sudah Muak Pada Rafael Leao: Carikan Pembeli!

2 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Rafael Leao pernah menjadi simbol kebangkitan AC Milan dalam beberapa musim terakhir. Namun, perjalanan karier pemain asal Portugal itu bersama Rossoneri tidak selalu berjalan mulus.

Sejak bergabung dari Lille pada 2019, Leao kerap menunjukkan kualitas sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Serie A. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan naluri mencetak gol membuatnya menjadi pemain kunci saat Milan meraih Scudetto pada musim 2021/2022.

Meski demikian, performanya juga kerap mengalami pasang surut. Leao cukup sering mendapat kritik karena dianggap kurang konsisten dan gagal mempertahankan level permainan terbaiknya dalam periode yang panjang.

Situasi itu kini kembali menjadi sorotan setelah muncul sinyal bahwa sang pemain ingin mencari tantangan baru. Kondisi tersebut membuat mantan pelatih AC Milan, Fabio Capello, memberikan saran tegas kepada manajemen Rossoneri terkait masa depan Leao.

Capello Minta Milan Segera Cari Pembeli Untuk Leao

Pergantian dan ketidakpastian di level manajemen Milan diyakini akan berdampak terhadap sejumlah pemain penting di dalam skuad. Salah satu nama yang paling banyak dibicarakan adalah Rafael Leao, yang disebut mulai mempertimbangkan kemungkinan meninggalkan San Siro.

Leao telah membela Milan selama tujuh tahun dan menjadi salah satu wajah paling dikenal di era modern klub. Namun, keinginannya untuk pergi dinilai sebagai pertanda bahwa hubungan antara pemain dan klub bisa segera berakhir.

Hal tersebut tampaknya membuat Fabio Capello kehilangan kesabaran dan ia pun tidak ragu menyampaikan pandangannya. Mantan pelatih legendaris Italia itu menilai direktur baru Milan seharusnya segera mencari klub yang bersedia merekrut Leao pada bursa transfer mendatang.

“Apa yang seharusnya dilakukan Milan? Sangat sederhana. Saya akan mencari tim yang akan segera merekrutnya. Terutama karena dalam dua tahun terakhir, ia bukan lagi Leao yang kita ingat, Leao yang membawa Milan meraih gelar juara," serunya pada Gazzetta dello Sport, via SempreMilan.

Performa Menurun Jadi Alasan Utama

Menurut Capello, Leao sudah kehilangan sejumlah kelebihan yang dahulu membuatnya sangat ditakuti lawan. Ia menilai pemain berusia 27 tahun itu tidak lagi mampu memberikan dampak besar dalam pertandingan seperti saat berada di puncak performanya.

Legenda AC Milan itu juga menyoroti perubahan posisi yang sempat dimainkan Leao. Menurutnya, peran sebagai penyerang tengah atau posisi hibrida tidak membantu sang pemain menemukan kembali performa terbaiknya.

Bahkan ketika dimainkan kembali di sektor kiri, Capello merasa Leao tetap gagal menunjukkan ledakan kecepatan yang dulu menjadi senjata utamanya. Kondisi tersebut membuat kontribusinya bagi Milan semakin berkurang dalam dua musim terakhir.

“Ia telah kehilangan kecepatannya, keinginan untuk berkembang. Posisi barunya sebagai penyerang tengah mungkin juga merupakan posisi hibrida yang tidak membantunya. Tetapi bahkan ketika ia dipindahkan ke sayap kiri, ia tidak lagi memiliki kecepatan seperti dulu.”

“Dulu ia tak terhentikan, sekarang ia tidak bisa lagi menentukan hasil pertandingan. Dan kemudian ada rumor bahwa ia ingin pergi. Jelas bahwa seseorang membisikkan sesuatu di telinganya, mengenai minat tim lain, jadi ia mencari kesempatan untuk pergi.”

(SempreMilan)

Belanda vs Aljazair: Dominan Sepanjang Laga, Belanda Justru Tumbang

Read Entire Article
Bisnis | Football |