Liputan6.com, Jakarta - Liverpool bertekad menghindari catatan buruk yang pernah menimpa Manchester United saat menjamu Southampton dalam duel krusial di Anfield, Sabtu (8/3/2025).
The Reds memiliki kesempatan emas untuk membangun keunggulan 16 poin atas Arsenal di klasemen Liga Premier pada akhir pekan ini meski hanya berstatus sementara, mengingat The Gunners baru akan bertanding melawan MU sehari berselang.
Pertandingan di Anfield ini menampilkan kontras tajam antara pemuncak klasemen melawan juru kunci liga. Skuad bentukan Arne Slot memiliki keunggulan poin yang mencengangkan yaitu 58 poin dibandingkan tim asuhan Ivan Juric yang terjebak di posisi ke-20.
Pasca kemenangan tipis namun meyakinkan 1-0 atas Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, mayoritas pengamat memprediksikan kemenangan mudah bagi Liverpool, terlebih dengan rekor tak terkalahkan dalam 24 pertandingan liga terakhir.
Namun, ada potensi rekor negatif yang mengintai. Jika The Reds mengalami kekalahan mengejutkan, mereka akan menyamai catatan memalukan Manchester United sebagai satu-satunya tim dengan rangkaian 24 pertandingan tak terkalahkan lebih di Liga Premier yang diakhiri oleh tim juru kunci.
Bayang-Bayang Nestapa Manchester United
Pada Februari 2011, Setan Merah di bawah Sir Alex Ferguson mengalami momen pahit saat rekor 29 pertandingan tak terkalahkan di Liga Premier berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Wolverhampton Wanderers yang saat itu menempati posisi buncit.
Sejak itu, tidak ada klub lain yang mengalami hal serupa yakni tim dengan rekor tak terkalahkan panjang ditaklukkan tim dasar klasemen. Liverpool kini berisiko mengalami nasib yang sama, meski statistik mereka hampir pasti selamat dari ancaman sejarah buruk.
Skuad Slot konsisten mencetak minimal dua gol dalam 18 pertandingan kandang terakhir di semua kompetisi. Sementara Southampton terus menunjukkan kelemahan dengan jumlah kekalahan terbanyak kedua Liga Premier sejak 2022/2023.
The Saints telah menelan 47 kekalahan, hanya lebih baik dari Wolves dengan 54 kekalahan. Setelah bermain di Championship musim lalu, Southampton tampaknya akan segera kembali ke divisi kedua.
Tim tamu juga memiliki rekor buruk di Anfield dengan enam kekalahan beruntun di Liga Premier, kebobolan 19 kali dan hanya mencetak satu gol.
Mohamed Salah Tetap Jadi Tumpuan Liverpool
Meskipun tampil di bawah standar melawan PSG, Mohamed Salah tetap menjadi ancaman utama Liverpool menjelang duel kontra Southampton. Pemain 32 tahun itu digantikan Harvey Elliott yang menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir.
Rekor Salah di Anfield juga memukau dengan kontribusi langsung dalam terciptanya gol pada 11 pertandingan kandang beruntun di Liga Premier, catatan terbaik keempat sepanjang masa dan hanya terpaut satu dari rekor Thierry Henry.
Meski demikian, Salah masih jauh dari rekor absolut yang dipegang Alan Shearer. Striker legendaris Newcastle United itu mencatatkan prestasi luar biasa dengan mencetak gol di 15 pertandingan kandang Liga Premier pada musim 1996/1997.
Salah sendiri memiliki kenangan manis saat terakhir kali bertemu Southampton, mencetak dua gol dalam kemenangan tipis Liverpool 3-2 di St Mary's pada bulan November.