Luar Biasa, Veda Ega Pratama Ungkap Kunci Sukses Bangkit dari P26 ke P2 di Balaton Park

1 week ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Veda Ega Pratama kembali menunjukkann tajinya sebagai pembalap muda berbakat kebanggaan Indonesia. Rider Honda Team Asia itu mampu melesat sebagai tercepat kedua dalam sesi practice, setelah terpuruk pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Jumat (5/6/2026).

​Veda Ega Pratama memulai perjuangan di Moto3 Hungaria 2026 dengan buruk. Dia berada di barisan belakang dan papan bawah dalam hasil FP1, di mana menempati urutan ke-26 alias posisi buncit. 

Pembalap asal Gunungkidul itu terpaut 2,213 detik dari pembalap tercepat pada FP1 Moto3 Hungaria 2026, David Alamansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP. Alamansa mencatatkan waktu terbaik dengan 1 menit 46,956 detik.

Tapi rider bernomor motor 9 itu melakukan comeback sensasional pada sesi practice. Dia menduduki peringkat kedua (P2) pada sesi sore dengan catatan waktu putaran terbaiknya yang sangat tajam, yakni 1 menit 46,657 detik.

Penyebab Terpuruk di FP1

Diakui Veda Ega, rasa cemas dan tidak nyaman sempat menghampiri pada sesi pagi. Apalagi dia masih sangat asing dengan Sirkuit Balaton Park dan kondisi aspal menurutnya kurang bersahabat sehingga tidak mampu tampil maksimal di FP1.

​"Jumat adalah hari yang sangat positif bagi saya. Jujur saja, pada sesi pagi saya cukup kesulitan karena trek terasa sangat licin dan saya tidak nyaman dengan sensasi motor," ungkap Veda Ega dalam keterangan resmi Honda Team Asia.

​Sebagai pendatang baru yang pertama kali mencicipi aspal Sirkuit Balaton Park, Veda menyadari bahwa dirinya membutuhkan waktu ekstra untuk membaca jalur balap. 

"Karena ini adalah pertama kalinya saya balapan di sini, saya membutuhkan beberapa putaran untuk memahami sirkuit dan di mana saya bisa meningkatkan performa," jelasnya.

Kunci Sukses Bangkit

Tapi Veda Ega dan timnya langsung bergerak cepat setelah sesi pagi. ​Berkat kerja keras dan komunikasi yang solid antara dirinya dan kru mekanik tim, mereka membedah data telemetri atas kegagalan sebelumnya.

​"Setelah sesi pagi (P26), kami dengan cermat menganalisis data bersama tim dan mengidentifikasi beberapa area di mana saya bisa mendapatkan waktu tambahan," jelas pembalap asal Gunungkidul tersebut.

​Perubahan radikal pada pengaturan (setup) motor Honda miliknya terbukti ampuh. Memasuki sesi practice di sore hari, motor Veda langsung nyetel dengan aspal Balaton Park yang mulai membaik.

​"Kami juga melakukan beberapa perubahan pada pengaturan motor, dan sejak putaran pertama di sore hari saya langsung merasa jauh lebih baik. Kepercayaan diri saya meningkat putaran demi putaran, dan saya mampu berkendara lebih alami dan mendorong lebih keras," ucapnya.

Enggan Jemawa

​Meski berhasil mengamankan posisi kedua, Veda Ega menegaskan dirinya tidak ingin cepat puas. ​Sebab persaingan di kelas Moto3 dikenal sangat ketat dan dinamis sehingga dia memilih untuk tetap membumi dan menjaga fokus.

​"Finis kedua di hari pertama adalah hasil yang bagus, tetapi yang terpenting adalah saya merasa nyaman dan kompetitif," katanya.

"Sabtu semua orang akan meningkatkan performa lagi, jadi kita perlu tetap fokus dan terus bekerja," tutup Veda Ega.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Nyaris Terkejar, Knicks Menang Lagi di Kandang Spurs di Game 2 NBA Finals 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |