Man City vs Brighton: Laga Berakhir Imbang, Langkah Pasukan Pep Guardiola Kian Tersendat

1 month ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Laga Man City vs Brighton pada pekan ke-21 Liga Inggris 2025/2026 berakhir tanpa pemenang di Etihad Stadium. Laga Kamis, 8 Januari 2026, pukul 02.30 WIB itu menambah panjang hasil kurang meyakinkan Manchester City.

Manchester City unggul lebih dulu lewat penalti Erling Haaland pada menit ke-41. Namun, keunggulan itu lenyap setelah Kaoru Mitoma menyamakan skor pada menit ke-60.

Hasil imbang ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi tim asuhan Pep Guardiola di Liga Inggris. Dampaknya terasa besar karena jarak dengan Arsenal di puncak klasemen terancam melebar.

Gol Bersejarah Haaland Tak Cukup

Erling Haaland kembali ke jalur gol dengan torehan ke-150 bersama Manchester City. Golnya itu juga tercatat sebagai gol ke-35.000 sepanjang sejarah Liga Inggris sejak 1992.

Momen tersebut sempat mengangkat kepercayaan diri tuan rumah. Namun, Brighton tetap tenang dan terus mengeksploitasi celah di lini belakang City.

Pascal Gross hampir membuka skor lebih awal melalui sundulan keras yang digagalkan Gianluigi Donnarumma. Georginio Rutter dan Ferdi Kadioglu juga mendapat peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah.

City memanfaatkan kegagalan lawan mengonversi peluang. Jeremy Doku dijatuhkan Diego Gomez di kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih setelah meninjau monitor tepi lapangan.

Di babak kedua, Bernardo Silva hampir menggandakan keunggulan ketika sepakannya membentur tiang. Namun, Brighton membalas lewat sepakan indah Mitoma dari luar kotak penalti.

Gomez bahkan membuang peluang emas dari jarak sangat dekat. Kedua tim akhirnya berbagi satu poin setelah tekanan City di menit akhir tidak membuahkan hasil.

Krisis Cedera dan Tekanan Klasemen

Dalam sepekan, ambisi City mengejar gelar Liga Inggris merosot tajam. Mereka gagal mencetak gol kontra Sunderland, kebobolan menit akhir saat melawan Chelsea, lalu kehilangan keunggulan pada laga Man City vs Brighton.

Selisih poin berpotensi melebar. Hal itu terjadi jika Arsenal memenangi laga penting melawan Liverpool.

Cedera Josko Gvardiol, Ruben Dias, dan John Stones memaksa Guardiola meramu lini belakang seadanya. Max Alleyne menjalani debut bersama Abdukodir Khusanov di jantung pertahanan.

Atmosfer stadion terasa datar dan memengaruhi ritme permainan. City kesulitan menjaga intensitas.

Ini baru kali ketiga dalam karier Guardiola timnya mencatat tiga hasil imbang berturut-turut. Namun, City tetap hampir mencuri kemenangan lewat sundulan Haaland yang disapu di garis gawang.

Penyerang Norwegia itu juga digagalkan Bart Verbruggen sebelum tembakannya melebar tipis. Di akhir laga, terdengar siulan kecewa dari sebagian penonton Etihad.

City tampak jauh dari tim yang menutup 2025 dengan delapan kemenangan beruntun. Guardiola kini menghadapi tugas berat mengembalikan fokus dan konsistensi skuadnya.

Klasemen Premier League/Liga Inggris

Gia Yuda PradanaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |