Marc Marquez Akui Hasil Buruk MotoGP Inggris 2026 Murni Kesalahannya

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Marc Marquez menanggung penuh hasil mengecewakan di MotoGP Inggris 2026.

Seusai balapan utama di Sirkuit Silverstone, Minggu (9-8-2026), pembalap Ducati Lenovo itu menegaskan performa yang tak memadai adalah tanggung jawabnya, dikutip dari Motorsport.

"Diri saya sendiri," ujar pembalap berusia 33 tahun tersebut, dikutip dari Motorsport.

Marquez menyebut kecepatannya memang tidak cukup untuk bersaing di barisan depan pada seri perdana setelah jeda musim panas. Sempat berada di posisi ketiga pada lap pertama, ia akhirnya hanya mampu finis ketujuh.

Start Di P3, Finis Ketujuh di Silverstone

Marquez menepis dugaan kendala teknis atau degradasi karet sebagai biang kegagalan menembus lima besar. "Motornya bekerja dengan baik, bannya juga bekerja dengan baik," kata Marquez.

Ia menambahkan, pada hari balapan ban tidak lagi menjadi masalah seperti yang dirasakannya di Sprint. "Ban dalam kondisi baik. Bahkan pada lap-lap terakhir, Anda masih bisa sangat cepat. Hanya saja hari ini saya tidak bisa menemukan cara untuk menjadi lebih baik," tutur Marquez.

Menurutnya, posisi ketujuh memang bisa diperkirakan sejak awal. Target lima besar dianggap lebih realistis, tetapi tidak tercapai. Ia juga mengingatkan bahwa gaya balapnya tidak pernah benar-benar selaras dengan karakter Silverstone, dan di masa lalu ia menutup celah itu dengan kecepatan di beberapa sektor. Kondisi kini berbeda karena ia masih dalam proses pemulihan cedera bahu terbaru. Ketika ditanya apakah kendala utama datang dari cedera atau gaya balap, Marquez menjawab, "Itulah yang saya miliki dan saya harus mengelolanya," jawabnya.

Klasemen Turun, Sikap Soal Gelar Tak Berubah

Marquez menilai problemnya lebih terasa dalam jarak balap penuh ketimbang sesi satu putaran. "Ini pertama kalinya saya bisa berkendara dengan baik saat time attack, tetapi daya tahan adalah bagian yang harus saya coba tingkatkan. Kita lihat saja," ujarnya.

Hasil di Silverstone berdampak pada klasemen. Sebelum jeda musim panas, tiga kemenangan grand prix dalam empat balapan mengangkatnya ke posisi ketiga. Kini ia berada di peringkat keempat, tertinggal 40 poin dari pembalap Aprilia, Jorge Martin, yang memimpin.

Meski begitu, Marquez menegaskan tidak perlu panik setelah akhir pekan yang sulit. "Tidak, karena itu bergantung pada tujuan Anda. Tujuan saya adalah menikmatinya di atas motor," jawab Marquez ketika ditanya apakah dirinya khawatir setelah menjalani akhir pekan yang sulit,

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

"Ya, tujuannya memang memenangkan gelar. Namun, jika tidak, itu tidak akan mengubah kehidupan saya di masa depan," imbuh kakak Alex Marquez itu. Ambisinya disebut tetap tak bergeser. "Saya sudah mengatakan alasan itu tahun lalu dan pada Kamis, di sini. Ambisi saya tetap sama. Cara saya menjalani akhir pekan balapan juga sama, tetapi selalu realistis dan tidak terburu-buru," ujarnya. Dua hari di Silverstone dirasakannya berat. Pada Sprint ia finis kesembilan karena persoalan ban yang tidak terkelola dengan baik, sedangkan di balapan utama ia mengakui tak punya kecepatan untuk bertarung dengan grup terdepan. "Jadi, begitulah. Saya sudah cukup banyak bertarung sepanjang karier saya. Saya akan bertarung ketika merasa dalam kondisi baik. Namun, jika saya tidak merasa baik, saya tidak akan bertahan di atas motor," ucap Marquez.

Read Entire Article
Bisnis | Football |