Presiden La Liga Dorong Perubahan, Sebut FIFA Era Gianni Infantino Sudah Berakhir

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik tajam terhadap Gianni Infantino.

Ia menilai kepemimpinan Presiden FIFA itu tak lagi membawa arah positif bagi sepak bola dunia, menyusul polemik rencana penjualan saham dari Piala Dunia, dilansir dari Express, Minggu (9/8/2026).

"Gianni Infantino bukan seseorang yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sepak bola. Sebaliknya, proyek-proyeknya menghancurkan esensi olahraga ini, yaitu liga-liga nasional," kata Tebas.

"Sepak bola bukan hanya milik elite. Bagi saya, era Infantino telah berakhir," lanjutnya.

Rencana penjualan tersebut memicu penolakan dari sejumlah pihak, termasuk UEFA, hingga FIFA disebut mundur dari gagasan itu. Kontroversi ini menambah sorotan terhadap arah kebijakan organisasi sepak bola dunia tersebut.

Tekanan terhadap Infantino meningkat jelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang. Di sisi lain, FIFA sebelumnya menyatakan dukungan penuh kepada pria asal Swiss tersebut.

Tebas Soroti Tata Kelola FIFA

Tebas menilai persoalan di FIFA tak berhenti pada individu tertentu, melainkan menyangkut tata kelola secara menyeluruh dan kultur yang membiarkan masalah menumpuk.

"Yang terjadi saat ini tidak mengejutkan saya. Yang justru mengejutkan adalah reaksi banyak orang yang selama bertahun-tahun memilih diam," ujar Tebas seperti dikutip dari Le Monde.

"Episode ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang telah terjadi di FIFA dan sepak bola secara lebih luas, ketika tidak ada kebijakan tata kelola yang benar-benar jelas."

"Masalahnya bukan hanya satu orang. Ini tentang keseluruhan sistem," katanya.

Ia juga menyinggung pola pengambilan keputusan FIFA yang dinilai tidak melibatkan pemangku kepentingan utama, termasuk liga-liga domestik. Ia menyoroti fokus komersial dalam agenda besar seperti Piala Dunia Antarklub.

Jejak Super League dan Proyek FIFA Forward Enterprise

Tebas kembali menyinggung kontroversi European Super League. Ia mengklaim terdapat nama Infantino dalam dokumen kerja pihak yang berada di balik proyek tersebut.

Menurutnya, ada keterkaitan antara sejumlah aktor di balik Super League dan proyek FIFA Forward Enterprise yang kini menjadi sorotan. Kebijakan yang didorong Infantino, kata Tebas, berpotensi mengancam keberadaan liga-liga domestik.

Infantino masih berupaya mempertahankan posisinya sebagai Presiden FIFA. Namun peta politik terkini membuat langkahnya tidak sederhana.

Tekanan politik dan kritik dari sejumlah federasi serta tokoh sepak bola membuat perjalanan Infantino menuju pemilihan kembali tidak mudah.

"Yang masih harus dilihat adalah kapan hal itu akan terjadi dan bagaimana proses suksesi berlangsung. Saya berharap ini bukan sekadar mengganti beberapa orang dengan orang lain, tetapi benar-benar melakukan perubahan," kata Tebas.

Sumber: Express

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Persija Siapkan Launching Tim dan Jersey, Lawan Uji Coba Masih Negosiasi

Read Entire Article
Bisnis | Football |