Meksiko vs Afrika Selatan: Hugo Broos Kecewa Kartu Merah Themba Zwane

5 days ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Hugo Broos menyoroti keputusan wasit yang mengusir Themba Zwane dalam kekalahan 0-2 Afrika Selatan dari Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Pelatih Bafana Bafana itu merasa hukuman tersebut terlalu berat bagi timnya.

Zwane yang masuk sebagai pemain pengganti menerima kartu merah pada menit ke-84 setelah tinjauan VAR. Ia dianggap menggunakan siku saat berduel dengan bek Meksiko, Roberto Alvarado.

Afrika Selatan sebelumnya sudah kehilangan Sphephelo Sithole yang diusir keluar lapangan pada menit ke-50. Kartu merah itu diberikan karena pelanggaran yang menggagalkan peluang emas lawan.

Kekalahan tersebut membuat Afrika Selatan harus segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Ceko. Namun, mereka dipastikan kehilangan Zwane dan Sithole akibat hukuman larangan bermain.

Broos Pertanyakan Kartu Merah Themba Zwane

Broos mengakui keputusan wasit terkait kartu merah kedua masih bisa diperdebatkan. Menurutnya, situasi tersebut tidak layak berujung pada hukuman seberat itu.

Pelatih asal Belgia tersebut merasa pemain Meksiko justru menghalangi pergerakan anak asuhnya dalam insiden tersebut. Meski begitu, ia menyadari timnya harus menerima keputusan yang sudah dibuat wasit.

"Untuk kartu merah kedua, kami bisa mendiskusikannya. Pemain Meksiko yang justru menghalangi pemain saya," tutur Broos.

"Itu adalah keputusan wasit dan kami harus menerimanya juga, tetapi saya tidak berpikir itu layak menjadi kartu merah. Hukuman itu terlalu ringan untuk langsung diberikan kartu merah," tegas Broos.

Kartu Merah Pertama Dinilai Tepat

Berbeda dengan insiden Zwane, Broos tidak mempersoalkan kartu merah yang diterima Sithole. Ia menilai keputusan wasit pada situasi tersebut dapat dipahami.

Menurutnya, pemain Meksiko sedang berada dalam posisi yang sangat berbahaya menuju gawang saat pelanggaran terjadi. Karena itu, Afrika Selatan tidak memiliki alasan untuk memprotes keputusan tersebut.

"Untuk kartu merah pertama, Anda harus menerimanya," ungkap Broos.

"Pemain mereka sedang berlari sendirian menuju gawang dan Yaya melakukan pelanggaran. Jadi saya bisa memahami keputusan itu," lanjut Broos.

Afrika Selatan Diminta Segera Bangkit

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Broos tetap melihat sisi positif dari penampilan timnya. Ia yakin Afrika Selatan masih memiliki peluang meraih hasil baik pada dua laga grup berikutnya.

Pelatih berusia 74 tahun itu juga percaya para pemain mampu pulih secara fisik dan mental sebelum pertandingan selanjutnya. Waktu yang tersedia dinilai cukup untuk mengembalikan kondisi tim.

"Tidak menyenangkan bagi kedua pemain menerima kartu merah pada pertandingan pertama Piala Dunia. Sekarang kami memiliki dua pemain yang tidak bisa bermain pada pertandingan berikutnya," papar Broos.

"Tetapi kami masih memiliki banyak pemain. Jika kami menunjukkan mentalitas yang sama dan bermain seperti hari ini, saya yakin kami akan mendapatkan hasil yang bagus dalam dua pertandingan berikutnya. Kami memiliki tujuh hari untuk memulihkan diri dan para pemain ini adalah profesional.

"Saya yakin tidak akan ada masalah. Kami membutuhkan dua hari untuk mengatasi kekecewaan dan kelelahan, lalu mulai Sabtu atau Minggu para pemain akan siap menjalani latihan dengan baik," pungkas Broos.

Sumber: ESPN

Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Korea Selatan vs Ceko: Apa Rasanya jadi Pahlawan Kemenangan, Oh Hyeon-gyu?

Read Entire Article
Bisnis | Football |