Meksiko vs Afrika Selatan: Javier Aguirre Sebut Raul Jimenez Jalani Hari Sempurna

5 days ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Javier Aguirre memberikan pujian besar kepada Raul Jimenez setelah penyerang Meksiko itu mencetak gol saat mengalahkan Afrika Selatan 2-0 pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Gol tersebut menjadi momen yang sangat emosional bagi pemain berusia 35 tahun tersebut.

Jimenez tak kuasa menahan air mata setelah mencetak gol kedua Meksiko di laga perdana Grup A pada Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Gol itu juga menjadi gol pertamanya sepanjang penampilannya di putaran final Piala Dunia.

Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa mengingat perjalanan panjang yang harus dilalui Jimenez. Ia pernah mengalami patah tulang tengkorak saat membela Wolverhampton Wanderers pada November 2020 dan harus menjalani operasi penyelamatan nyawa.

Selain dihantam cedera serius, Jimenez juga sempat mengalami penurunan performa dalam beberapa tahun terakhir. Kini, ia berhasil menandai kebangkitannya dengan gol penting untuk negaranya di panggung terbesar sepak bola dunia.

Perjalanan Panjang Menuju Gol Pertama di Piala Dunia

Gol ke gawang Afrika Selatan menjadi pencapaian penting dalam karier internasional Jimenez. Sebelumnya, ia gagal mencetak gol pada Piala Dunia 2022 ketika Meksiko tersingkir di fase grup.

Kariernya juga sempat terancam setelah mengalami cedera kepala serius saat membela Wolverhampton Wanderers pada 2020. Meski berhasil pulih, ia harus mengenakan pelindung kepala sepanjang sisa kariernya.

"Saya membaca sebuah wawancara ketika dia mengatakan bahwa ini harus menjadi Piala Dunianya," tutur Aguirre.

"Saya pikir dia memulainya dengan luar biasa. Selama ini dia selalu berada dalam bayang-bayang orang lain, tetapi hari ini dia menjadi starter tim ini dan dia benar-benar pantas mendapatkannya," lanjut Aguirre.

Situasi Pribadi Menambah Arti Kemenangan

Selain perjuangan menghadapi cedera, Jimenez juga mengalami masa sulit dalam kehidupan pribadinya. Pada Maret lalu, ia kehilangan ayahnya, Raul Jimenez Vega, yang meninggal dunia pada usia 62 tahun.

Momen tersebut menjadi salah satu ujian berat yang harus dihadapi sang penyerang sebelum tampil di Piala Dunia 2026. Karena itu, gol ke gawang Afrika Selatan memiliki makna yang sangat emosional baginya.

"Selain itu, dia juga sedang menghadapi situasi pribadi yang mungkin memberinya motivasi tambahan," ungkap Aguirre.

"Dan dia bahkan berhasil mencetak gol. Itu adalah hari yang sempurna untuknya," pungkas Aguirre.

Sumber: ESPN

Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Piala Dunia 2026: Inggris Haram Remehkan Kroasia

Read Entire Article
Bisnis | Football |