Mentan Amran Cetak Sawah 80 Ribu Hektare di Papua

18 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah telah dan sedang membangun sekitar 80 ribu hektare sawah baru di Papua sepanjang periode 2025 hingga 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian pangan di kawasan Indonesia timur.

Menurut Amran, luas lahan tersebut merupakan akumulasi program cetak sawah yang dijalankan pemerintah dalam dua tahun terakhir. Sebagian lahan sudah mulai berproduksi, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan dan pengembangan.

"Total sekarang 80 ribu hektare. 2025 dan 2026 (luas cetak sawah di Papua capai) 80.000 hektare," kata Amran dikutip Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, dari total luasan tersebut, sekitar 30 ribu hektare direalisasikan pada 2025 dan telah mulai memberikan kontribusi terhadap produksi pangan di wilayah Papua.

"Sekarang sebagian berproduksi, sebagian sementara berjalan," ujarnya.

Sementara itu, pemerintah menargetkan tambahan cetak sawah sekitar 50 ribu hektare pada 2026. Dengan demikian, total pengembangan sawah baru di Papua akan mencapai 80 ribu hektare.

"Ini yang tahun lalu kurang lebih 30 ribu hektare. Kemudian tahun ini itu kurang lebih 50 ribu hektare. 30 ribu tambah 50 ribu itu 80 ribu hektare," jelasnya.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan beras nasional sekaligus membuka sentra produksi pangan baru di wilayah timur Indonesia.

Produktivitas Sawah Papua Ditargetkan Naik

Selain memperluas lahan pertanian, pemerintah juga berupaya meningkatkan produktivitas sawah yang sudah ada. Amran menyebut rata-rata produktivitas lahan di Papua sebelumnya hanya sekitar tiga ton gabah per hektare.

Namun melalui penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian, produktivitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi lima hingga tujuh ton per hektare.

Untuk mendukung target itu, pemerintah terus mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) ke berbagai wilayah Papua.

Menurut Amran, setiap program cetak sawah selalu dibarengi dengan penyediaan teknologi pertanian. Langkah tersebut dinilai penting mengingat pengelolaan lahan dalam skala besar tidak memungkinkan dilakukan secara manual.

Pemerintah bahkan segera mengirimkan traktor kepada petani yang masih mengolah lahan secara tradisional, termasuk petani yang menggarap lahan hingga 20 hektare.

"Traktornya ratusan totalnya. Setiap kita cetak sawah langsung diikuti dengan teknologi, alsintannya. Kenapa? Karena kalau luasan hamparan puluhan ribu, bahkan nanti ratusan ribu dengan kakao, kalau manual tidak mungkin. Pasti nanti sawahnya tidak dikerjakan. Jadi khusus sawah harus menggunakan modern, traktor, alat-alat modern," kata Amran.

Pemerintah Gelontorkan Anggaran Lebih dari Rp 5 Triliun

Untuk mempercepat pembangunan pertanian modern di Papua, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 5 triliun selama periode 2025-2026. Dana tersebut berasal dari hasil efisiensi dan refocusing anggaran yang diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di seluruh wilayah Papua.

Amran menjelaskan, anggaran pertanian Papua pada 2025 mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Nilai itu kemudian meningkat menjadi sekitar Rp 3,2 triliun pada 2026.

Dengan demikian, total anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pembangunan pertanian Papua dalam dua tahun mencapai sekitar Rp 5 triliun. Menurut Amran, angka tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah untuk pengembangan sektor pertanian di Papua.

Pada 2026, alokasi anggaran akan digunakan untuk berbagai program, antara lain pengembangan tanaman pangan sebesar Rp 167,94 miliar, hortikultura Rp 1,56 miliar, perkebunan Rp 263,58 miliar, peternakan Rp 11,06 miliar, serta pembangunan lahan dan irigasi pertanian senilai Rp 223,47 miliar.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp 2,28 triliun untuk prasarana dan sarana pertanian, Rp 9,37 miliar untuk modernisasi pertanian, serta Rp 14,36 miliar untuk penyuluhan dan pelatihan pertanian guna meningkatkan kapasitas petani dan produksi pangan di Papua.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |