Menuju Piala Dunia 2026: Inggris Diminta Maksimalkan Ketajaman Harry Kane

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Keunggulan tipis yang diraih Tim Nasional Inggris sewaktu berhadapan dengan Selandia Baru menjadi modal yang berharga menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Thomas Tuchel tersebut memetik kemenangan 1-0 pada laga uji coba yang dilangsungkan di Amerika Utara.

Gol tunggal penentu kemenangan dalam pertandingan itu dilesakkan oleh Harry Kane. Sang kapten berhasil meneruskan umpan silang Djed Spence lewat sebuah sundulan sesaat sebelum jeda babak pertama, sekaligus menyegel kemenangan bagi tim Tiga Singa.

Walaupun keluar sebagai pahlawan kemenangan tim, performa Kane tetap mengundang analisis dari kalangan pengamat sepak bola. Salah satu masukan datang dari mantan kapten Manchester United, Roy Keane, yang berpendapat bahwa sang penyerang mempunyai satu kebiasaan yang mesti mulai dibatasi.

Keane meyakini bahwa Inggris mempunyai kans yang sangat besar untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Kendati begitu, ia menilai Kane wajib menerapkan gaya main yang lebih simpel demi mengatrol daya gedor barisan depan Inggris.

Keane Ingin Kane Lebih Sering Menunggu di Kotak Penalti

Roy Keane tidak menampik kapasitas Harry Kane sebagai salah satu penyerang tengah paling tajam di jagat raya untuk saat ini. Namun demikian, ia melihat sang juru gedor terlampau sering keluar dari zona berbahaya hanya untuk menjemput bola hingga ke sektor tengah.

Sepanjang beberapa musim belakangan, Kane memang jamak diketahui gemar turun jauh ke belakang demi membantu mengalirkan bola. Gaya bermain semacam ini sejatinya mulai terasah sejak masa kepemimpinan Jose Mourinho di Tottenham dan terus melekat pada karakternya sampai saat ini.

Kecenderungan tersebut memang kerap membuahkan umpan-umpan matang yang memanjakan barisan penyerang sayap. Sisi negatifnya, menurut Keane, Inggris justru lebih memerlukan sosok Kane yang berdiri statis di dalam area terlarang lawan, khususnya ketika melakoni laga-laga krusial.

Sewaktu bertugas sebagai komentator di ITV, Keane mengutarakan pendapatnya dengan lugas. "Dengan pengalaman itu, (Kane) harus lebih bijaksana, kita berbicara tentang kondisi lapangan."

"Ia tidak perlu mundur melewati garis tengah lapangan untuk mencoba mengirimkan umpan-umpan pendek, ada cukup banyak pemain yang bisa melakukan itu dan cukup berkualitas. Kamu masuk ke sana, kamu adalah yang terbaik di dunia saat ini. Jika Inggris ingin memenangkan trofi besar, ia akan menjadi pemain utama Anda."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Kendati Kane dipastikan tetap mengunci posisi inti di bawah arahan Thomas Tuchel, Inggris sejatinya mempunyai deretan opsi pelapis yang tidak kalah mentereng. Komposisi skuad yang dalam menjadi salah satu senjata utama The Three Lions menyongsong kompetisi akbar tersebut. Ollie Watkins digadang-gadang bakal memegang peran sebagai deputi utama Kane pada pos ujung tombak. Striker milik Aston Villa tersebut sempat melewati periode yang kurang stabil, namun berhasil memperlihatkan grafik peningkatan performa menjelang berakhirnya kompetisi 2025/2026. Watkins menyudahi musim dengan catatan yang menawan setelah mengemas 12 gol serta tiga assist sepanjang 13 laga pamungkasnya. Statistik mentereng ini menjadikannya sebagai opsi alternatif yang menjanjikan sewaktu Inggris memerlukan penyegaran di sektor penyerangan. Di luar nama Watkins, Ivan Toney pun siap memberikan persaingan ketat. Juru gedor Al-Ahli tersebut sukses membukukan 32 gol dari 32 laga di sepanjang musim, sekalipun tingkat kompetitif dari Liga Pro Saudi masih sering mengundang perdebatan jika dikomparasikan dengan kompetisi elite di benua Eropa. Apabila Tuchel sanggup meramu strategi yang pas untuk sektor penyerangan, Inggris berpeluang besar mengeksploitasi ketajaman Kane tanpa harus mengorbankan kreativitas permainan tim. Berbekal sokongan dari Watkins dan Toney di bangku cadangan, Three Lions mempunyai amunisi yang melimpah untuk mengejar prestasi tertinggi di Piala Dunia 2026.  

Read Entire Article
Bisnis | Football |