Mikel Arteta Tidak Saksikan Arsenal Juara Liga Inggris, Pilih Barbeku di Rumah

4 days ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Mikel Arteta mengungkap cerita unik saat Arsenal memastikan gelar Liga Inggris musim 2025/2026. Pelatih asal Spanyol itu ternyata tidak menyaksikan langsung pertandingan Bournemouth melawan Manchester City yang menentukan gelar timnya.

Arsenal resmi mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth. Hasil tersebut memastikan The Gunners tidak lagi bisa dikejar di puncak klasemen.

Sebagian besar pemain dan staf Arsenal menyaksikan pertandingan itu bersama di pusat latihan London Colney. Namun Arteta justru memilih pulang ke rumah sebelum laga dimulai.

Arteta baru bergabung dalam pesta perayaan beberapa jam kemudian di London. Ia juga mengaku merasakan kelegaan besar setelah berhasil membungkam keraguan terhadap kapasitasnya sebagai pelatih Arsenal.

Mikel Arteta Pilih Barbeku Saat Arsenal Kunci Gelar

Arteta mengaku awalnya dijadwalkan menyaksikan pertandingan bersama skuad Arsenal di pusat latihan. Namun ia merasa momen tersebut lebih pantas dinikmati para pemain tanpa kehadirannya.

Pelatih berusia 44 tahun itu kemudian memutuskan pulang dan menghabiskan waktu di taman rumah sambil menyalakan alat barbeku. Ia bahkan tidak menonton pertandingan penentu gelar tersebut.

"Itu adalah salah satu perasaan terbaik yang pernah saya rasakan. Saya sebenarnya seharusnya berada di Colney untuk menonton pertandingan bersama para pemain, tetapi saya tidak bisa melakukannya," ujar Arteta.

"Saya pulang ke rumah, pergi ke taman, mulai menyalakan api dan membuat barbeku. Saya sama sekali tidak menonton pertandingan itu dan hanya mendengar suara-suara dari ruang tamu sampai akhirnya keajaiban itu terjadi," lanjut Arteta.

Momen Haru Bersama Keluarga di Rumah

Arteta mengatakan kabar Arsenal menjadi juara pertama kali datang dari putra sulungnya. Sang anak berlari menghampirinya sambil menangis setelah Manchester City gagal menang.

Ia menyebut momen tersebut menjadi pengalaman emosional yang sulit dilupakan. Beberapa saat kemudian, Martin Odegaard juga menghubunginya lewat video call untuk ikut merayakan gelar juara.

"Putra sulung saya membuka pintu taman, berlari ke arah saya, menangis dan memeluk saya sambil berkata, 'Kita juara, Ayah'," kata Arteta.

"Kemudian dua anak saya yang lain dan istri saya datang menghampiri. Itu sangat indah. Semenit kemudian Martin Odegaard melakukan panggilan video dan bertanya di mana saya berada," sambung Arteta.

Read Entire Article
Bisnis | Football |