Momentum Real Madrid Lagi Bagus di Awal Musim, Jeda Internasional Bikin Kecewa Alonso

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta- Real Madrid memulai musim 2025/2026 dengan performa impresif di bawah arahan pelatih baru, Xabi Alonso. Tim berjuluk Los Blancos ini berhasil menyapu bersih tiga pertandingan awal LaLiga dengan kemenangan, menunjukkan adaptasi cepat terhadap strategi sang pelatih. Tren positif ini membangun ekspektasi tinggi di kalangan penggemar.

Namun, euforia tersebut sedikit terganggu dengan datangnya jeda internasional yang memaksa kompetisi domestik berhenti sementara. Jeda ini membuat Xabi Alonso mengungkapkan kekecewaannya, merasa bahwa momentum positif yang sedang dibangun timnya harus terhenti. Ia berharap para pemain tetap bersama untuk terus mengasah performa kolektif.

Kekecewaan Alonso ini beralasan mengingat Real Madrid baru saja mengukir tiga kemenangan beruntun, termasuk kemenangan 2-1 atas Mallorca di Santiago Bernabeu. Meskipun demikian, Alonso juga menyoroti bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, sehingga waktu bersama tim sangat dibutuhkan. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sang pelatih.

Awal Gemilang Real Madrid di Bawah Xabi Alonso

Real Madrid secara resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih kepala mereka, dengan kontrak hingga 30 Juni 2028, efektif mulai 1 Juni 2025. Penunjukan ini menandai era baru bagi klub raksasa Spanyol tersebut. Alonso, yang sebelumnya mengundurkan diri dari Bayer Leverkusen, siap menghadapi tantangan besar di ibu kota Spanyol.

Musim 2025/2026 menjadi musim ke-122 Real Madrid dan musim ke-95 berturut-turut di liga teratas Spanyol. Di bawah kepemimpinan Alonso, Los Blancos mengawali LaLiga dengan sangat meyakinkan. Mereka berhasil meraih sembilan poin penuh dari tiga pertandingan perdana.

Kemenangan-kemenangan penting diraih Real Madrid atas Osasuna (1-0), Oviedo (3-0), dan Mallorca (2-1). Hasil ini menegaskan karakter baru yang mulai mengakar dalam skuad. Thibaut Courtois bahkan mengungkapkan rahasia di balik awal positif tim bersama Alonso, menunjukkan sinergi yang baik di dalam tim.

Kekecewaan Xabi Alonso Terhadap Jeda Internasional

Meski tim sedang dalam performa puncak, Xabi Alonso tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terkait jeda internasional. Ia menilai jeda ini datang terlalu cepat di awal musim, mengganggu ritme dan momentum yang sudah terbentuk. Alonso lebih memilih skuadnya tetap bersama untuk terus bekerja dan berbenah.

"Jeda internasional? Sejujurnya saya tidak menginginkannya. Saya lebih suka tetap bersama para pemain dan terus bekerja dengan mereka," ujar Alonso seusai pertandingan.

"Kami butuh waktu sebanyak mungkin untuk berlatih bersama karena masih banyak hal yang harus diperbaiki. Ini baru awal dari blok pertama musim ini, bisa dibilang fase akhir pramusim. Kami masih kekurangan menit bermain dan pengalaman. Jadi, bisa melewati fase ini dengan sembilan poin adalah sesuatu yang memuaskan. Sekarang saatnya isi ulang energi," tambahnya.

Mayoritas pemain Real Madrid akan bergabung dengan tim nasional masing-masing selama dua pekan ke depan. Mereka baru akan kembali berlaga melawan Real Sociedad pada 13 September 2025. Situasi ini berarti Alonso harus menunggu lebih lama untuk melanjutkan proyeknya bersama tim inti.

Meskipun jeda internasional dapat memberikan kesempatan bagi beberapa pemain untuk pulih dari cedera, Alonso tetap merasa kurang senang dengan timing-nya. Ia berharap para pemain dapat menjaga kondisi fisik dan mental mereka selama jeda ini. Fokus utama Alonso adalah menjaga konsistensi performa tim.

Evaluasi Performa dan Target Real Madrid

Meskipun meraih kemenangan 2-1 atas Mallorca, Xabi Alonso menyatakan ketidakpuasannya terhadap penampilan keseluruhan tim. Ia menyoroti kurangnya tekanan maksimal dari para pemain di wilayah lawan pada awal laga. Alonso menekankan bahwa tim tidak memulai pertandingan dengan baik, sebuah poin krusial dalam evaluasinya.

Kemenangan ini memang menempatkan Real Madrid di puncak klasemen sementara LaLiga, namun Alonso merasa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki. Ia mengapresiasi kemampuan timnya untuk bangkit dan meraih kemenangan setelah tertinggal. Ini menunjukkan mentalitas juara yang mulai tertanam.

Juru taktik berusia 43 tahun ini melihat pentingnya kontribusi dari setiap pemain untuk mencapai performa optimal. Alonso juga menyoroti bagaimana timnya mampu memperbaiki performa dari menit ke menit, yang pada akhirnya membawa mereka pada kemenangan. Hal ini menjadi modal berharga untuk kompetisi yang panjang.

Read Entire Article
Bisnis | Football |