Pejabat Pemerintah Diminta Tak Ragu Belanja Produk Dalam Negeri, Asal Ikuti Aturan

3 weeks ago 10

Liputan6.com, Jakarta Kegiatan Temu Bisnis Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Indonesia Procurement  Forum & Expo (IPFE) telah digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan kolaborasi berbagai pihak untuk menggalakkan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) melalui belanja pemerintah, yang bertujuan kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP RI), Hendrar Prihadi menegaskan bahwa ICEF-IPFE 2025 menjadi forum penting untuk memperluas kontribusi UMKM dalam sistem belanja negara berbasis digital.

"Digitalisasi menjadi sebuah syarat wajib agar kita bisa bersinergi dengan cepat dan tepat, maka platform yang kita kembangkan lewat katalog versi 6, dan yang juga dikembangkan rekan-rekan (mitra LKPP RI) melalui e-marketplace, merupakan terobosan untuk mempermudah transaksi," kata dia dikutip Senin (4/8/2025).

"Kita fokus ke arah tersebut, terutama untuk pengadaan pemerintah. Khusus bagi pihak swasta, kita buat regulasinya, kita buat sistemnya. Mudah-mudahan kecepatan itu bisa membuat pembangunan di Indonesia ini  semakin lebih agresif, dan lebih bermanfaat untuk masyarakat," lanjut dia.

Jadi, lanjut Hendrar Prihadi, karena regulasinya sudah jelas dan job description-nya ada, dia meminta para pejabat pengadaan yang ada di kementerian, lembaga, pemerintah daerah untuk tidak ragu bertransaksi sepanjang tetap mengikuti aturan.

"Terutama di wilayah e-purchasing atau e-marketplace (mitra LKPP RI)," ungkap dia.

Semakin banyak penyedia yang bergabung dalam Lokapasar Mitra LKPP RI dan Katalog Versi 6 yang menyediakan produk dalam negeri, tuturnya, diharapkan akan menciptakan pasar yang semakin kompetitif. 

Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8%

Sementara itu, Ketua Umum IAPI, Andi Zabur Rahman menambahkan bahwa IPFE, yang sejak 2014 telah menjadi forum profesional di bidang pengadaan, kini diperkuat dengan kolaborasi bersama Kadin Indonesia sebagai representasi pelaku usaha nasional.

Kolaborasi ini diharapkan memperbesar dampak strategis ICEF-IPFE dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penguatan rantai pasok dalam negeri, pemberdayaan penyedia lokal, serta peningkatan kapasitas SDM di bidang pengadaan.

Mbizmarket marketplace mitra LKPP RI, juga hadir sebagai exhibitor dalam kegiatan ICEF-IPFE 2025. Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya LKPP RI  untuk mendorong  transformasi pengadaan digital, dan untuk menggalakan penggunaan produk dalam negeri.

“Dengan transformasi digital sistem pengadaan barang/jasa pemerintah, khususnya melalui marketplace mitra  LKPP RI, kini transaksi pengadaan bisa dilakukan dengan lebih  mudah  dan  transparan, hanya dengan klik melalui Mbizmarket, APBN/APBD  dapat dibelanjakan secara efisien, cepat dan tepat melalui penyedia  UMKM yang telah bergabung di platform Mbizmarket," ujar CEO & Founder Mbizmarket Ryn Hermawan.

"Selain itu dengan bertransaksi di Mbizmarket, pejabat pengadaan pemerintah dengan mudah dapat mencari produk dalam negeri, dan mengetahui persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), karena di platform Mbizmarket telah ada penanda TKDNnya.  Selain itu, baik  penyedia  dan  pembeli  tidak perlu lagi  repot; melapor dan menyetor pajak,  karena Mbizmarket dapat bertindak sebagai  WAPU  sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58/PMK.03/2022," lanjut dia.

Dorong Pemanfaatan Produk Dalam Negeri

Ajang pertemuan antara pembeli dan penjual dalam acara ICEF-IPFE 2025 menjadi momentum berharga untuk menguatkan komitmen bersama dalam mendorong pemanfaatan produk dalam negeri, yang menciptakan dampak positif bagi perekonomian negara.

Dukungan dari berbagai pihak untuk lebih mengutamakan belanja PDN dan memperkuat sektor UMK - Koperasi merupakan langkah konkret menuju kemandirian bangsa.

Dengan program yang komprehensif, ICEF-IPFE 2025 diyakini dapat menjadi katalis utama dalam akselerasi transformasi digital pengadaan, sekaligus penguatan ekonomi nasional berbasis produk dalam negeri menuju Indonesia Emas 2045.

Read Entire Article
Bisnis | Football |