Pelatih Timnas Portugal Yakin Cristiano Ronaldo Masih Bisa Tampil di Piala Dunia 2030

5 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena statusnya sebagai kapten dan ikon Timnas Portugal, tetapi juga karena munculnya keyakinan bahwa turnamen di Amerika Utara itu belum tentu menjadi panggung terakhirnya bersama Selecao.

Di usia 41 tahun, Ronaldo tetap menunjukkan daya saing yang luar biasa di level tertinggi. Ketajamannya bersama klub dan konsistensinya menjaga kondisi fisik membuat namanya masih menjadi bagian penting dalam rencana Portugal.

Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan keenam Ronaldo di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut. Catatan itu semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah kompetisi internasional.

Meski banyak pihak menganggap turnamen ini akan menjadi akhir perjalanan Ronaldo bersama Portugal, pelatih Roberto Martinez justru memiliki pandangan berbeda. Ia percaya sang megabintang masih memiliki peluang untuk terus bermain hingga Piala Dunia 2030.

Roberto Martinez Tak Ragu dengan Masa Depan Ronaldo

Cristiano Ronaldo datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang tetap istimewa. Setelah membawa Al-Nassr meraih gelar Liga Pro Saudi, ia kembali menjadi tumpuan Portugal untuk berburu prestasi di level internasional.

Ronaldo juga terus menambah koleksi rekor dalam kariernya. Ia mampu mencetak gol pada lima edisi Piala Dunia yang berbeda, sebuah pencapaian yang bakal sulit untuk disamai pemain lain.

Ketika ditanya soal kemungkinan Ronaldo tampil di Piala Dunia 2030, Roberto Martinez memberikan jawaban yang sangat optimistis. Pelatih asal Spanyol itu bahkan menilai tidak ada alasan untuk meragukan peluang tersebut.

"Tidak ada yang perlu meragukannya. Dia pantas mendapatkannya," kata Martinez dalam sebuah wawamcara dengan Cadena SER.

Mentalitas Ronaldo Jadi Inspirasi Generasi Baru

Menurut Martinez, salah satu alasan utama Ronaldo masih mampu bersaing adalah mentalitasnya yang luar biasa. Mantan pelatih Belgia itu menilai motivasi Ronaldo tidak pernah berubah meski telah memenangkan hampir semua gelar bergengsi.

"Kami ingin dapat mewariskan teladan Cristiano Ronaldo kepada semua pemain sepak bola muda di Portugal karena dia adalah panutan," katanya.

Martinez juga menegaskan bahwa Ronaldo tidak lagi bermain demi mengejar trofi atau penghargaan individu. Yang membuatnya berbeda adalah keinginan terus berkembang setiap hari, bahkan setelah mencatatkan begitu banyak prestasi.

"Kami, staf pelatih [tim nasional], telah sampai pada kesimpulan: Cristiano Ronaldo tidak bermain untuk memenangkan gelar kolektif atau individu tertentu. Cristiano tidak didefinisikan oleh apa yang dia makan, tetapi oleh rasa lapar yang dimilikinya," tegasnya.

Sumber: FotMob

Timnas Argentina Kejar Rekor Langka Brasil yang Bertahan 64 Tahun di Piala Dunia 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |