Pemerintah Lanjutkan Program Magang dan Vokasi, Gelontorkan Rp 6,26 Triliun

12 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menjadikan program magang dan vokasi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi pada Semester II 2026. Melalui Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,26 triliun untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Dana tersebut terdiri dari Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional yang ditujukan kepada 150 ribu peserta serta Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). Acara tersebut turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Airlangga mengatakan program magang dan vokasi akan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun ini.

"Program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua semester kedua sehingga ini menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat," kata Airlangga.

Menurut dia, penguatan kompetensi tenaga kerja melalui program magang dan pelatihan vokasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga kerja yang lebih siap kerja.

Program Magang Nasional Dinilai Berhasil

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 atau MagangHub menunjukkan hasil yang positif. Program tersebut berhasil menjaring 102,6 ribu peserta dari total 370,5 ribu pendaftar.

Para peserta ditempatkan di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain mendapatkan pengalaman kerja langsung, peserta juga memperoleh uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap Program Magang Nasional.

Selain itu, sebanyak 67,13 persen responden mengaku program tersebut membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi peserta maupun keluarganya.

"Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita untuk pelaksanaan magang di angkatan II," ujar Yassierli.

Survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara magang juga menunjukkan hasil serupa. Sebanyak 84,13 persen perusahaan menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi peserta magang selama mengikuti program.

Kompetensi Peserta Meningkat dan Peluang Kerja Terbuka

Evaluasi Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan program magang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga meningkatkan kompetensi peserta secara signifikan.

Berdasarkan penilaian 22.297 mentor, sebanyak 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kemampuan teknis selama mengikuti program. Selain itu, peserta juga dinilai mengalami peningkatan dalam kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, dan keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan.

"Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta, serta dari 3,33 menjadi 3,66 berdasarkan penilaian mentor," ucapnya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta magang yang memperoleh penawaran kerja. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan industri pengolahan.

Selain itu, sektor kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga tercatat aktif merekrut lulusan program magang.

"Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi. Ini sudah dari 85 persen data peserta magang," ucap Yassierli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |