Penjelasan Seskab Teddy Soal Program Magang Nasional 2026

7 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional (PMN) 2026 sebagai salah satu upaya mempercepat penyerapan lulusan ke dunia kerja. Sekretaris Kabinet Teddy (Seskab) Indra Wijaya mengatakan program yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga penghasilan bagi para peserta.

Dalam pelaksanaannya, peserta PMN akan menerima gaji sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 6 juta per bulan. Besaran tersebut disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi perusahaan tempat peserta menjalani magang.

"Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp 3,5 sampai Rp 6 juta per-bulan tergantung upah minimum Kabupaten/Kota tempat ia bekerja," kata Teddy dikutip dari Antara, Rabu (1/7/2026).

Menurut Teddy, PMN mulai dijalankan pemerintah sejak 2025 melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini dirancang untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki dunia kerja, sekaligus menjawab tantangan tingginya angka lulusan yang belum terserap pasar kerja.

"Salah satu 'PR' pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji," ujarnya.

Selain lulusan sarjana, program ini juga terbuka bagi peserta dari berbagai profesi serta penyandang disabilitas.

Peserta Magang Didampingi Mentor Selama Enam Bulan

Teddy menjelaskan, peserta Program Magang Nasional tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja langsung di perusahaan mitra selama enam bulan.

Selama mengikuti program, peserta akan dibimbing oleh mentor atau pekerja senior agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Peserta PMN dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skill bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel," kata Teddy.

Pada 2026, pemerintah meningkatkan kuota peserta menjadi 150 ribu orang, naik dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya.

Mereka akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan penambahan kuota tersebut, pemerintah berharap semakin banyak lulusan yang memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan daya saing sebelum memasuki pasar tenaga kerja secara penuh.

Persen Peserta Angkatan Pertama Langsung Jadi Pegawai Tetap

Pemerintah menilai pelaksanaan Program Magang Nasional pada tahun pertama menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Menurut Teddy, dari 100 ribu peserta yang mengikuti PMN pada 2025, sekitar 30 persen atau kurang lebih 30 ribu orang langsung direkrut menjadi pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang.

Sementara itu, sekitar 30 persen lainnya masih menunggu proses rekrutmen dan diperkirakan akan memperoleh pekerjaan dalam waktu dua hingga tiga bulan setelah program berakhir.

"Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan," kata Teddy.

Melalui peningkatan jumlah peserta pada 2026, pemerintah berharap Program Magang Nasional semakin efektif menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan dunia industri. Selain meningkatkan keterampilan kerja, program ini juga diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja muda, termasuk lulusan baru dan penyandang disabilitas, sehingga mereka lebih siap bersaing di pasar kerja nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |