Peringkat ke-11 yang Bikin PSIM Yogyakarta Merasa Puas

2 days ago 19

Liputan6.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta menutup perjalanan mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang cukup kompetitif sebagai tim promosi. Laskar Mataram finis di peringkat ke-11 klasemen akhir setelah melalui musim penuh tantangan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Pada laga terakhir musim ini, PSIM harus mengakui keunggulan Arema FC dengan skor 1-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/5). Kekalahan tersebut memang menutup musim dengan nada minor, tetapi tidak menghapus pencapaian positif tim sepanjang kompetisi.

Tim asuhan Jean Paul Van Gastel berhasil mengumpulkan 45 poin dari 34 pertandingan. Catatan itu melampaui target manajemen yang sebelumnya hanya membebankan 42 poin pada musim perdana setelah promosi.

Secara keseluruhan, PSIM menunjukkan kemampuan bersaing yang cukup stabil di tengah ketatnya persaingan BRI Super League. Mereka mencatatkan 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan dengan produktivitas 43 gol serta kebobolan 44 gol.

Start Buruk Jadi Titik Balik Kekalahan dari Arema FC

PSIM sebenarnya datang ke markas Arema FC dengan motivasi menutup musim secara positif. Namun, gol cepat Joel Vinicius pada menit ketiga langsung mengubah ritme permainan tim tamu.

Setelah tertinggal di awal laga, PSIM kesulitan menemukan tempo permainan terbaiknya sepanjang babak pertama. Arema FC mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mengontrol pertandingan dengan lebih nyaman.

“Menurut saya, sebagian besar pemain PSIM di babak pertama belum benar-benar masuk ke dalam pertandingan. Akibatnya, saat laga baru berjalan beberapa menit, kita sudah kebobolan akibat kesalahan individu,” kata Van Gastel.

Memasuki babak kedua, PSIM mencoba bangkit lewat perubahan pendekatan taktik. Akan tetapi, gol cepat Dalberto Luan Belo pada menit ke-48 kembali membuat tekanan terhadap Laskar Mataram semakin berat.

Jean Paul Van Gastel Tetap Puas dengan Musim PSIM

PSIM sempat membuka peluang bangkit setelah Deri Corfe memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-54. Momentum itu membuat tim tamu bermain lebih agresif demi mengejar gol penyeimbang.

“Kemudian kami mengubah formasi dan kami memulai babak kedua dengan baik. Namun sayangnya, kami kembali kebobolan di menit-menit awal,” dia menambahkan.

Terlepas dari kekalahan pada laga terakhir musim ini, Van Gastel tetap puas dengan performa PSIM secara keseluruhan. Pria asal Belanda itu merasa pasukannya sudah berusaha maksimal. Bahkan, dia meyakini bahwa posisi PSIM di atas ekspektasi.

“Saya rasa kami telah melewati musim yang bagus. Banyak orang tidak menyangka kami bisa tampil hingga di posisi seperti ini. Saya sangat senang dengan performa tim sepanjang musim,” ucap Van Gastel.

Sumber: I.League

Jose Mourinho Jadi Kunci Masa Depan Nico Paz

Read Entire Article
Bisnis | Football |