Persipura Jayapura Resmi Dihukum Berat Komdis PSSI, Buntut Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

1 week ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe berdampak sangat buruk untuk Persipura Jayapura. Klub berjuluk Mutiara Hitam resmi dijatuhkan hukuman berat oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. 

Kerusuhan suporter terjadi tepat setelah pertandingan Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC Banten dalam duel play-off promosi Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5).

Fasilitas Stadion Lukas Enembe jadi objek perusakan oleh oknum suporter tuan rumah. Bahkan, sejumlah kendaraan yang berada di kawasan stadion turut kena imbas hingga dibakar.

Aksi tak terpuji itu pecah lantaran Persipura Jayapura gagal promosi ke kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia, Super League musim depan. Mutiara Hitam kalah tipis 0-1 dari Adhyaksa FC Banten gegara gol tunggal Adilson Silva.

Hukuman dari Komdis PSSI

Aksi kerusuhan oleh suporter membuat Persipura Jayapura dapat hukuman berat dari Komdis PSSI. Mutiara Hitam dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas perilaku penonton dalam pertandingan tersebut.

Persipura dihukum tak boleh menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton selama satu musim. Hukuman itu tertuang dalam keputusan nomor 246/L2/SK/KD-PSSI/V/2026 terkait tanggung jawab terhadap tingkah laku buruk penonton.

"Merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) dan lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Klub Persipura Jayapura diberikan sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah selama satu (1) musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada Tahun 2026/2027," demikian bunyi petikan keputusan dalam berkas yang diterima Liputan6.com, Sabtu (16/5).

Denda Rp240 Juta

Selain larangan menggelar pertandingan dengan penonton selama satu musim, Persipura Jayapura juga harus membayar denda kepada Komdis PSSI. Besarannya mencapai Rp240 juta.

Denda administratif tersebut dijatuhkan atas berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh suporter Persipura, mulai dari pelemparan smoke bomb, flare, dan petasan sebesar Rp125 juta, aksi invasi suporter ke lapangan dalam jumlah banyak (Rp50 juta), pelemparan air minum kemasan ke arah lapangan (Rp15 juta). 

Sanksi lain yang diterima Persipura adalah kewajiban membayar denda sebesar Rp30 juta bagi Persipura dan Rp20 juta untuk panpel pertandingan yang dinilai gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan.

Peringatan Keras

Komdis PSSI juga mengirimkan peringatan keras bahwa hukuman bisa jadi lebih berat dapat dijatuhkan apabila insiden serupa kembali terjadi pada masa mendatang.

Di sisi lain, Persipura Jayapura diberikan kesempatan oleh Komdis PSSI untuk mengajukan banding. Terutama untuk hukuman larangan menggelar pertandingan penonton selama satu musim dan denda Rp125 juta akibat pelemparan smoke bomb, flare, dan petasan.

Real Madrid Buka Peluang Jual Gelandang Ini, PSG Mulai Pantau Situasi

Read Entire Article
Bisnis | Football |