Pertamina Patra Niaga Borong Gas dari Medco Sakakemang

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga memperkuat kerja sama penyediaan gas dengan PT Medco E&P Sakakemang B.V. (MEPS) guna mendukung keandalan operasional kilang dan menjaga ketahanan energi nasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Key Terms Sheet Perjanjian Jual Beli Gas yang bersumber dari Wilayah Kerja Sakakemang. Pasokan gas itu nantinya diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan operasional Kilang Dumai dan/atau Kilang Plaju milik Pertamina.

“Kerja sama ini merupakan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk memastikan kebutuhan energi operasional kilang terpenuhi secara andal dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra dalam keterangan, Sabtu (23/5/2026).

Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian The Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (20/5). Dokumen kerja sama diteken oleh Mars Ega bersama Direktur PT Medco E&P Sakakemang B.V., Ronald Gunawan, dan disaksikan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.

Mars Ega mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi operasional kilang Pertamina.

“Dukungan pasokan gas dari Medco E&P Sakakemang diharapkan dapat memperkuat rantai pasok energi nasional dalam menjaga ketahanan energi jangka panjang,” kata Mars Ega.

Menurut dia, sinergi tersebut juga mempertegas peran Pertamina Patra Niaga sebagai subholding downstream Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan operasional jangka panjang.

Pertamina Gandeng Indo Sino Pasok Gas untuk Kilang Balikpapan

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga bersama Indo Sino Oil and Gas (ISOG) menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dari sumber Lapangan Karamba Wilayah Kerja (WK) Wain dalam agenda yang berlangsung di Gedung Wisma Mulia SKK Migas, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat keandalan operasional kilang melalui pemenuhan kebutuhan gas bumi guna menunjang proses pengolahan energi di kilang. Penandatanganan PJBG tersebut akan mendukung operasional Refinery Unit V Balikpapan, salah satu kilang strategis Pertamina di Kalimantan Timur, termasuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Melalui kerja sama ini, gas bumi yang bersumber dari Lapangan Karamba WK Wain akan disalurkan hingga 2037 dengan rencana penyaluran dimulai pada 28 Mei 2026. Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi, menjelaskan kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara sektor hulu dan hilir migas dalam memperkuat rantai pasok energi nasional.

Dia menuturkan, dukungan pasokan gas bumi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kilang agar mampu menghasilkan produk energi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

"Momentum ini sangat berharga karena membuktikan bahwa kolaborasi antara hulu dan hilir merupakan sebuah keniscayaan yang harus dibangun bersama. Untuk menghasilkan produk BBM rendah sulfur (low sulfur), dibutuhkan dukungan pasokan gas yang andal. Melalui kerja sama ini, kami berharap kilang-kilang Pertamina semakin kuat dan mampu menghasilkan produk energi yang lebih berkualitas bagi masyarakat,” ujar Erwin.

Apresiasi SKK Migas

Pada kesempatan yang sama, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melani, turut menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama tersebut. Menurut Desti, sinergi antara pelaku usaha hulu migas dan Pertamina Patra Niaga sebagai offtaker atau pihak penyerap hasil produksi gas sangat penting untuk mendukung optimalisasi produksi gas nasional.

"Kami berharap Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga dapat menyerap hasil produksi gas secara optimal, termasuk dari WK Wain, sehingga dapat mendukung target lifting dan penerimaan negara tahun 2026. Kami juga berharap seluruh proses operasional dan upaya yang dijalankan bersama operator, dalam hal ini Indo Sino Oil and Gas, dapat berjalan lancar dan terealisasi dengan baik melalui dukungan seluruh pihak,” kata Desti. 

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi dilakukan oleh Erwin Suryadi, dan Direktur dan General Manager ISOG, Tang Zhongfu. Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Desti Melani, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas Ufo Budiarius Anwar, Kepala Departemen Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas Selvi, serta Buddy Beer selaku President and General Manager Pandawa Prima Lestari sebagai mitra ISOG.

Read Entire Article
Bisnis | Football |