Prancis Disebut Favorit Juara Piala Dunia 2026, Dembele: Itu Tidak Berarti Apa-apa

8 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Ousmane Dembele menyadari betul besarnya ekspektasi yang mengiringi langkah Timnas Prancis pada turnamen kali ini. Status sebagai salah satu kandidat juara membuat Les Bleus menjadi sorotan sejak pertandingan pertama.

Perjalanan Prancis menuju turnamen ini memang dibangun oleh catatan prestasi yang impresif. Setelah menjadi juara dunia pada 2018, mereka kembali mencapai final edisi 2022 meski akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina.

Meski demikian, Dembele menegaskan bahwa reputasi dan label favorit tidak akan memberikan keuntungan apa pun di atas lapangan. Menurutnya, setiap tim harus membuktikan kualitasnya melalui performa sepanjang kompetisi.

Pandangan tersebut menjadi sinyal bahwa skuad Prancis tidak ingin terlena oleh prediksi maupun ekspektasi publik. Mereka memilih menatap tantangan satu per satu demi menjaga peluang melangkah jauh di turnamen.

Banyak Kandidat Kuat dalam Perebutan Gelar

Dembele menilai persaingan menuju gelar juara kali ini sangat terbuka. Sejumlah negara datang dengan status unggulan dan memiliki modal yang cukup untuk mengangkat trofi.

Argentina masih menjadi salah satu tim yang paling diperhitungkan sebagai juara bertahan. Kehadiran Lionel Messi membuat Albiceleste tetap menjadi ancaman besar bagi para pesaingnya.

Selain Argentina, Spanyol juga masuk dalam daftar kandidat kuat setelah sukses menjuarai Euro 2024. Brasil, Inggris dan Jerman pun dianggap memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing hingga fase akhir kompetisi.

Prancis sendiri tidak luput dari daftar favorit tersebut. Namun Dembele menegaskan bahwa status unggulan tidak memiliki arti besar dalam sepak bola modern. "Ada banyak tim favorit. Anda tahu bagaimana situasinya - label itu tidak berarti apa-apa lagi dalam sepak bola. Ada banyak tim yang menjadi favorit di turnamen ini,” ujarnya pada Marca.

Les Bleus Pilih Fokus ke Fase Grup Terlebih Dahulu

Di tengah tingginya ekspektasi terhadap Prancis, Dembele menekankan pentingnya menjaga fokus sejak awal turnamen. Ia tidak ingin timnya terlalu jauh memikirkan fase gugur sebelum menyelesaikan tugas di babak grup.

Prancis akan mengawali perjalanan mereka dengan menghadapi Senegal. Setelah itu, Les Bleus dijadwalkan bertemu Irak pada 22 Juni sebelum menutup fase grup dengan laga melawan Norwegia empat hari berselang.

Jadwal tersebut membuat Prancis harus menjaga konsistensi sejak pertandingan pertama. Kesalahan sekecil apa pun bisa mempersulit langkah mereka menuju babak berikutnya dalam format kompetisi yang panjang dan menuntut.

Dembele menegaskan bahwa target terdekat tim adalah memastikan kelolosan dari fase grup sebelum berbicara mengenai peluang juara. “Kita tahu bahwa tim nasional Prancis telah mencapai dua final terakhir, jadi kita akan menjadi tim yang berada di bawah pengawasan ketat. Tetapi kami tetap fokus pada tujuan. Sebelum memikirkan babak 16 besar atau perempat final, kita harus melewati pertandingan babak grup dengan baik."

(Marca)

Klasemen Grup I Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Timnas Iran Gelar Latihan Terakhir di Tijuana Sebelum Tempur di Piala Dunia

Read Entire Article
Bisnis | Football |