Prancis vs Senegal: Didier Deschamps Ungkap Teguran Keras di Ruang Ganti yang Bangkitkan Les Bleus

10 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mengungkapkan bahwa dirinya memberikan teguran tegas kepada para pemain saat jeda pertandingan sebelum akhirnya Les Bleus bangkit dan mengalahkan Senegal dengan skor 3-1 pada laga pembuka Grup I Piala Dunia, Selasa (17/6/2026).

Prancis tampil jauh dari performa terbaiknya sepanjang babak pertama. Juara dunia dua kali itu bahkan nyaris tertinggal lebih dulu andai penyerang Senegal, Ismaila Sarr, mampu memaksimalkan peluang emas dari jarak dekat. Beruntung bagi Les Bleus, skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum.

Melihat performa tim yang kurang menggigit, Deschamps mengaku tidak tinggal diam. Ia berbicara secara terbuka kepada para pemain di ruang ganti agar segera meningkatkan kualitas permainan mereka.

"Saya selalu jujur kepada para pemain. Kami tidak menjalani babak pertama yang baik dan masih bisa bermain lebih baik dalam banyak aspek. Saya bukan tipe pelatih yang berteriak, tetapi saya menyampaikan apa yang ada di pikiran saya. Mereka harus mengambil keputusan yang tepat di lapangan," ujar Deschamps.

Teguran tersebut terbukti efektif. Prancis tampil lebih agresif selepas jeda dan berhasil mengubah jalannya pertandingan. Kapten tim, Kylian Mbappé, menjadi bintang kemenangan dengan mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan oleh pemain pengganti, Bradley Barcola.

Perubahan Taktik Jadi Kunci

Deschamps mengakui timnya melakukan banyak kesalahan pada laga pembuka tersebut. Namun, ia tetap puas dengan pendekatan taktik yang diterapkan, termasuk beberapa keputusan penting di babak kedua.

Salah satunya adalah memasukkan Barcola yang kemudian mencetak gol kedua Prancis pada menit ke-82. Selain itu, Deschamps juga mengubah peran Michael Olise menjadi lebih sentral sebagai kreator serangan.

Perubahan tersebut membuat aliran bola Prancis lebih hidup dan mampu membongkar pertahanan Senegal yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Mbappe Kembali Buktikan Kelas Dunia

Deschamps juga memberikan pujian khusus kepada Mbappe yang kembali menjadi pembeda dalam laga besar. Dua gol yang dicetak sang penyerang membuatnya semakin mengukuhkan status sebagai salah satu pemain terpenting dalam sejarah sepak bola Prancis.

Menurut Deschamps, kritik yang kerap menghampiri Mbappe tidak mengubah fakta bahwa pemain berusia 27 tahun itu memiliki kemampuan luar biasa untuk menentukan hasil pertandingan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

"Orang-orang mungkin akan tetap mengkritiknya, tetapi dia adalah pemain ikonik. Saya selalu mengatakan hal itu. Dengan satu aksi saja, dia bisa mengubah jalannya pertandingan dan membawa timnya meraih kemenangan," kata Deschamps. Pelatih berusia 57 tahun tersebut juga menepis kritik yang menyebut Mbappe kurang berkontribusi dalam bertahan. "Dia tidak berada di sini untuk bertahan. Jika dia tidak terlalu terlihat di babak pertama lalu mencetak dua gol di babak kedua, saya tidak masalah dengan itu," tegasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |