Presiden FIFA Tanggapi Kritik Keras Terhadap Piala Dunia 2026: Santai, Tenang

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Gianni Infantino selaku Presiden FIFA mengimbau masyarakat serta para kritikus Piala Dunia 2026 agar tidak merespons secara berlebihan bermacam kontroversi yang menyelimuti kompetisi tersebut. Ia berpendapat bahwa pihak FIFA telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi memastikan turnamen sepak bola paling akbar di dunia ini berlangsung dengan lancar.

Argumen itu diutarakan Infantino saat berada di Mexico City, di kala publik sedang gencar menyoroti beragam kendala, mulai dari kasus penolakan imigrasi terhadap wasit asal Somalia hingga hambatan permohonan visa yang dikeluhkan oleh para suporter dari berbagai penjuru negara.

"Saat menghadapi tantangan, kita harus menghadapinya. Ada masalah yang bisa diselesaikan, ada juga yang tidak. Yang terpenting adalah berusaha memberikan solusi terbaik," kata Infantino.

Dirinya menggarisbawahi bahwa FIFA tidak mempunyai hak serta otoritas untuk mengintervensi regulasi internal pemerintah di suatu negara. Oleh sebab itu, tidak seluruh hambatan yang mencuat sebelum maupun selama kompetisi bergulir berada di bawah wewenang federasi sepak bola sejagat tersebut.

"Kadang-kadang mungkin lebih baik untuk tenang dan santai. Tidak semua persoalan harus langsung disikapi dengan teriakan atau kemarahan karena itu justru bisa menghambat solusi," ujarnya.

Sorotan Kasus Wasit Somalia

Salah satu problem utama yang tengah menyedot perhatian khalayak adalah kegagalan Omar Artan, wasit asal Somalia, untuk melintasi imigrasi Amerika Serikat. Peristiwa ini memicu gelombang kritik yang diarahkan kepada FIFA karena dinilai kurang cakap dalam menggaransi kelancaran aspek operasional kompetisi.

Walaupun Infantino menyatakan rasa sesal atas terjadinya insiden tersebut, ia kembali memperjelas posisi bahwa FIFA telah mengupayakan langkah optimal melalui komunikasi yang intens bersama pihak berwenang di Amerika Serikat.

"Apa yang terjadi kepada Omar memang sangat disayangkan. Tetapi kami tidak mengendalikan segalanya. Kami sudah mencoba berdiskusi dan mencari jalan keluar," tutur pria asal Swiss-Italia itu.

Berdasarkan penuturan Infantino, FIFA bahkan telah mencurahkan energi yang lebih besar ketimbang pihak manapun demi menyokong para kontestan, perangkat pertandingan, serta seluruh elemen terkait agar bisa menembus negara penyelenggara tanpa kendala yang berarti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Bukan cuma perkara dokumen perjalanan, nominal harga tiket Piala Dunia 2026 pun ikut memicu perdebatan hangat. Sejumlah figur politik bahkan turut mengecam mahalnya biaya yang mesti dirogoh oleh para penggemar untuk bisa menonton laga secara langsung di stadion. Kendati demikian, Infantino menganggap rentetan kritik mengenai tarif tersebut kurang objektif. Ia memaparkan bahwa FIFA sudah mengalokasikan kurang lebih 130 ribu lembar tiket dengan nominal yang relatif ramah di kantong selama turnamen bergulir. Ia menambahkan bahwa kategori tiket paling ekonomis dipatok pada kisaran harga 50 poundsterling, angka yang disebut sepadan dengan tarif masuk di bermacam kompetisi olahraga berskala besar di Amerika Serikat. Di samping itu, nominal rata-rata tiket pun diklaim masih berada di bawah tarif pertandingan olahraga profesional lainnya di wilayah tersebut. Infantino pun memanfaatkan fenomena tingginya angka penjualan kembali tiket di pasar sekunder sebagai indikator nyata bahwa tarif resmi dari FIFA sebenarnya masih dalam batas yang logis. "Ketika tiket dijual kembali dengan harga jauh lebih mahal, itu menunjukkan bahwa harga awal yang kami tetapkan sudah tepat," katanya.  

Read Entire Article
Bisnis | Football |