Rahasia Formula 'Aneh' Mikel Arteta yang Akhiri Puasa Gelar Premier League Arsenal

3 days ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Keberhasilan Arsenal merengkuh takhta juara Premier League musim 2025/2026 menjadi bukti otentik dari kecerdasan taktik yang dimiliki oleh Mikel Arteta.

Setelah melewati masa penantian panjang selama 22 tahun, klub berjuluk The Gunners tersebut akhirnya kembali berdiri tegak di puncak tertinggi sepak bola Inggris melalui perpaduan kedisiplinan, fleksibilitas, serta strategi unik yang kerap dinilai nyeleneh.

Di sepanjang musim bergulir, Arsenal memang cukup sering mendapatkan sematan label “set-piece FC” lantaran tingkat ketajaman mereka yang sangat tinggi dalam memanfaatkan situasi bola mati.

Akan tetapi, di balik catatan tersebut, Arteta sejatinya menyimpan banyak sekali pendekatan taktik tidak biasa yang pada prosesnya membuat tim lawan merasa kesulitan untuk membaca arah permainan anak asuhnya.

Juru taktik berkebangsaan Spanyol itu bahkan dikenal kerap mengaplikasikan beragam istilah unik dalam memaparkan pendekatan strateginya, mulai dari istilah “scrambled legs”, “magnet man”, hingga “space hopper”.

Seluruh elemen tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari eksperimen serta detail-detail kecil yang pada akhirnya sukses menuntun Arsenal menuju tangga juara liga.

Fleksibilitas Jadi Senjata Utama Arsenal

Jika melihat di atas kertas, Arsenal terhitung lebih sering turun bertanding dengan menggunakan pakem formasi 4-2-3-1.

Namun ketika berada di dalam praktik lapangan, Arteta menginstruksikan timnya untuk bermain dengan sangat cair sekaligus fleksibel. Struktur formasi tersebut dapat bertransformasi secara dinamis menjadi 4-3-3, 3-2-4-1, hingga skema 4-4-2 yang disesuaikan dengan kondisi jalannya pertandingan.

Kendati kerap melakukan pengubahan pada struktur permainan, skuad Arsenal tetap memegang teguh prinsip-prinsip dasar baku mereka.

Salah satu aspek yang paling kentara adalah penerapan pola segitiga di kedua sektor sayap lapangan yang mengombinasikan peran dari gelandang bertahan, gelandang serang, dan juga posisi winger.

Alur serangan Arsenal juga terpantau lebih banyak bertumpu pada koridor sebelah kanan berkat keberadaan Bukayo Saka yang bertindak sebagai figur paling mengancam bagi pertahanan lawan.

Meskipun begitu, Arteta sama sekali tidak membatasi ruang gerak para pemainnya. Tiap personel diberikan keleluasaan penuh untuk melakukan rotasi posisi demi menciptakan ruang-ruang kosong baru.

Pendekatan dinamis tersebut menjadikan Arsenal sebagai sebuah kesebelasan yang sangat sukar untuk ditebak arah gerakannya. Mereka dapat memperagakan permainan yang sabar saat menyusun serangan dari lini bawah, namun di sisi lain juga memiliki kapasitas untuk melancarkan serangan kilat begitu mendapati adanya celah di lini pertahanan lawan. Arteta pun dinilai sukses mengevaluasi sekaligus membenahi titik lemah Arsenal ketika harus bersua dengan tim-tim raksasa sekelas Manchester City, yang dalam kurun dua musim ke belakang selalu berhasil memupus ambisi juara mereka.

Read Entire Article
Bisnis | Football |