Retak di Internal Keluarga Glazer, Manchester United Bakal Dijual?

5 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena aktivitas di lapangan maupun bursa transfer pemain. Perhatian publik justru tertuju pada kabar mengenai masa depan kepemilikan klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut.

Keluarga Glazer, yang telah menjadi pemilik Manchester United sejak 2005, dilaporkan tengah menghadapi perbedaan pandangan terkait investasi mereka di klub. Situasi ini membuka peluang terjadinya perubahan besar dalam struktur kepemilikan Setan Merah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh keluarga Glazer memang mulai berkurang. Masuknya Sir Jim Ratcliffe sebagai pemegang saham signifikan telah mengubah peta kekuatan di level manajemen klub.

Kini muncul laporan bahwa sebagian anggota keluarga Glazer siap melepas kepemilikan mereka. Jika hal itu benar-benar terjadi, Manchester United berpotensi memasuki era baru dengan komposisi pemegang saham yang berbeda.

Perpecahan Internal Jadi Pemicu

Menurut laporan Bloomberg, saham keluarga Glazer saat ini terbagi di antara enam anak mendiang Malcolm Glazer. Namun tidak semua anggota keluarga memiliki pandangan yang sama mengenai masa depan investasi mereka di Manchester United.

Selama ini, Avram Glazer dan Joel Glazer menjadi figur yang paling sering tampil mewakili keluarga dalam berbagai urusan klub. Keduanya juga dikenal sebagai sosok yang masih aktif terlibat dalam pengambilan keputusan di tingkat direksi.

Di sisi lain, beberapa anggota keluarga Glazer lainnya dikabarkan tidak lagi tertarik mempertahankan investasi mereka di Manchester United. Mereka disebut ingin menjual saham yang dimiliki dalam waktu dekat.

Meski demikian, Avram dan Joel Glazer disebut belum memiliki keinginan serupa. Perbedaan sikap tersebut membuat keluarga Glazer kini harus membahas secara internal langkah terbaik terkait masa depan kepemilikan mereka di klub.

Kendali Glazer Bisa Semakin Berkurang

Apabila sebagian saham keluarga Glazer benar-benar dilepas, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap struktur kekuasaan di Manchester United. Sebab, porsi kepemilikan mereka berpotensi turun secara drastis.

Saat ini keluarga Glazer secara kolektif masih menguasai sekitar 44 persen saham Manchester United. Sementara itu, Sir Jim Ratcliffe telah memiliki sekitar 28,94 persen saham setelah transaksi yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Jika sebagian saham keluarga Glazer berpindah tangan, posisi mereka bisa berubah menjadi pemegang saham minoritas. Kondisi tersebut akan membuat pengaruh mereka dalam menentukan arah kebijakan klub menjadi jauh lebih terbatas dibandingkan dua dekade terakhir.

Situasi ini juga mulai menarik perhatian sejumlah investor besar. Salah satu nama yang kembali dikaitkan dengan Manchester United adalah Sheikh Jassim dari Qatar, yang sebelumnya sempat berupaya membeli klub tersebut secara penuh.

Sumber: Bloomberg

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Timnas Indonesia vs Oman Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming FIFA Matchday 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |