Rosan Roeslani Lapor Prabowo, Danantara Sudah Bangun Proyek Hilirisasi Rp 450 Triliun

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Chief Exevutive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengungkap sejumlah proyek hilirisasi yang sudah dibangun Danantara. Nilai total proyek hilirisasi nasional yang sudah dibangun mencapai sekitar Rp 450 triliun.

Dia menjelaskan telah banyak proyek hilirisasi yang digarap Danantara. Pada Proyek Hilirisasi Nasional Tahap I, 6 Februari 2026 lalu saja dimulai pada 6 proyek yang tersebar di 11 titik. Belum lagi menghitung proyek hilirisasi lainnya.

"Jadi kalau kita kumpulkan, ini di luar nanti yang akan dibangun, proyek-proyek yang sudah terbangun oleh kami kurang lebih nilainya USD 26 miliar, Bapak Presiden," kata Rosan dalam Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, di Cilacap, Jawa Tengah, mengutip tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (29/4/2026).

Jika dihitung, total proyek hilirisasi yang digarap Danantara telah mencapai Rp 450,42 triliun (asumsi kurs Rp 17.324). Rosan turut merinci beberapa proyek yang masuk pada tahap I groundbreaking.

6 proyek yang sudah dibangun yakni hilirisasi bauksit dan hilirisasi alumina menjadi aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat; bioetanol di Banyuwangi, Jawa Timur; biorefinery atau bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah.

Kemudian, proyek garam industri dan MVR di Gresik hingga Sampang; serta industri ayam di Malang, Lampung, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, sampai Nusa Tenggara Barat.

"Di luar fase pertama dan kedua, sudah ada proyek juga Bapak, itu seperti Hilirisasi di Kelapa, ini sebenarnya yang kedua, yang pertama juga sudah berjalan, kemudian juga hilirisasi di bidang chemical lainnya," beber dia.

Prabowo Resmikan Proyek Hilirisasi Senilai Rp 116 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu, (29/4/2026). Nilai proyek itu diperkirakan mencapai Rp 116 triliun. Proyek ini bagian dari percepatan pengembangan industri berbasis nilai di berbagai sektor strategis nasional.

Sebanyak 13 proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah dan dilakukan secara serentak, yang salah satunya pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap yang dikelola Pertamina sebagai bagian dari penguatan sektor energi nasional, demikian mengutip Antara.

Prabowo menuturkan, groundbreaking hilirisasi tahap dua mencakup 13 proyek strategis hilirisasi senilai Rp 116 triliun. Proyek itu meliputi lima proyek di sektor energi, lima proyek di sektor mineral dan tiga proyek di sektor pertanian.

“Tadi sudah disebut hilirisasi, tahap pertama ada 13 proyek di 13 lokasi, dan saat ini tahun ini juga kita akan tambah hilirisasi mungkin enam proyek dan terus menerus akan kita tambah mungkin ada tahap keempat, kelima, keenam. InsyaAllah tahun ini juga,” ujar Prabowo dikutip dari youtube Sekretariat Presiden.

Kebangkitan Bangsa

Prabowo menegaskan, hilirisasi merupakan jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia. “Yang kita lakukan di banyak bidang dalam tahun pertama pemerintahan yang saya pimpin yang kita lakukan adalah memperkuat fondasi yang sudah dilakukan oleh presiden terdahulu dari mulai presiden pertama sampai presiden ketujuh. Saya tegaskan di sini kebangkitan suatu bangsa, nation building,” tutur dia.

Adapun royek-proyek itu antara lain pembangunan tangki operasional untuk fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak direncanakan di sejumlah daerah, antara lain Palaran di Kalimantan Timur, Biak di Papua, dan Maumere di Nusa Tenggara Timur.

Di sektor industri logam, proyek hilirisasi mencakup pengembangan fasilitas manufaktur baja berbasis nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, serta fasilitas produksi slab baja karbon di Cilegon, Banten, yang melibatkan Krakatau Steel.

Fasilitas Aspal Buton

Pengembangan sektor konstruksi juga menjadi bagian dari proyek, melalui pembangunan ekosistem dan fasilitas produksi aspal Buton di Karawang, Jawa Barat, guna mendukung kebutuhan material infrastruktur nasional.

Selanjutnya, proyek pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Hilirisasi juga dilakukan pada sektor logam mulia melalui pengolahan tembaga dan emas di Gresik, Jawa Timur, serta sektor perkebunan melalui pengolahan minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Selain itu, pengolahan komoditas pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah serta pembangunan fasilitas terpadu kelapa terintegrasi untuk menghasilkan MCT, tepung, dan arang aktif turut menjadi bagian dari proyek hilirisasi tahap II.

Read Entire Article
Bisnis | Football |